Senin, 4 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Daerah

1.263 Siswa SMP di Bolsel Ikut Ujian Nasional

Sebanyak 1263 Siswa Sekolah Menegah Pertama (SMP) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel)ikut ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Pencil Kertas

Tayang:
Penulis: Nielton Durado | Editor: Reporter Online
ISTIMEWA
UNBK Bolsel 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Sebanyak 1263 Siswa Sekolah Menegah Pertama (SMP) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) ikut ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Pencil Kertas , Senin (22/4/2019).

 Asisten ll Ramli Majid dan Asisten lll Ridel Paputungan, membuka ujian berbasis komputer berbasis komputer (UNBK) dan Pencil Kertas, di salah satu sekolah negeri di Bolsel.

Siswa SMP yang mengikuti UNBK di Bolsel sebanyak 1263 dari 26 sekolah.

Dari 26 sekolah, 21 sudah melaksanakan UNBK. Sedangkan sisanya masih melakukan secara manual atau berbasis kertas pensil.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bolsel Rikson Paputungan saat dikonfirmasi mengatakan, jika 1263 siswa SMP terdiri dari 650 siswa perempuan dan 613 siswa laki-laki.

Para siswa-siswi berasal dari 21 sekolah negeri dan 5 swasta.

"Untuk sekolah Negeri, 17 melaksanakan UNBK dan empat sekolah melakukan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP)," kata dia.

Dari 17 sekolah negeri tersebut, SMP Adow harus menjalani UNBK offline.

Karena wilayah tersebut belum terhubung jaringan internet.

UN ini akan berlangsung selama 4 hari, dengan 4 mata pelajaran.

Diantaranya Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA.

"Jadi satu hari satu mata pelajaran. Ada juga pembagian sesi dalam pelaksanaan," ucapnya.

Semua persiapan UNBK sudah dimaksimalkan, sehari sebelum pelaksanaan UNBK panitia melakukan sinkronisasi untuk mengunduh soal UN dari server pusat ke server sekolah.

Meski sudah diunduh soal ujian belum bisa dibuka.

Siswa dapat membuka soal setelah mengisi user name, sandi dan token.

"Jadi panitia akan menerima token dalam bentuk SMS blast, yang dikirim panitia UNBK pusat melalui sistem. Ini untuk menjamin kerahasiaan dan kemanan soal," terangnya.

Menurutnya, komputer siswa akan dilayani dengan server lokal sekolah.

Siswa tidak perlu khawatir jika listrik mati karena jawaban sudah tersimpan di server sekolah.

"Meski pun begitu, kita sudah melakukan antisipasi sejak sebelum UNBK. Semua sekolah pelaksana sudah menyiapkan genset," tuturnya.

Lebih lanjut, saat mengerjakan soal komputer siswa tidak memerlukan koneksi internet.

Hal ini dikarenakan, koneksi internet diaktifkan saat mengunduh soal, dimatikan saat pelaksanaan UNBK, dan kembali diaktifkan saat pengiriman hasil untuk mengunggah jawaban ke server pusat.

"Untuk target kelulusan ujian nasional kita optimis mencapai 100 persen. Para siswa kita minta terus menjaga kesehatan, berdoa dan belajar, Insyah Allah hasilnya akan maksimal," pungkasnya. (Nielton Durado)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved