Sri Paus Doakan Korban Bom Paskah Sri Lanka: Pemimpin Dunia Kecam Pelaku

Para pemimpin dunia mengutuk serangan bom di gereja dan hotel saat perayaan Paskah di Sri Lanka yang menewaskan sedikitnya 207 orang dan mencederai.

Sri Paus Doakan Korban Bom Paskah Sri Lanka: Pemimpin Dunia Kecam Pelaku
Paus Fransiskus 

TRIBUNMANADO.CO.ID, VATIKAN – Para pemimpin dunia mengutuk serangan bom di gereja dan hotel saat perayaan Paskah di Sri Lanka yang menewaskan sedikitnya 207 orang dan mencederai lebih dari 400 orang. Sri Paus Fransiskus menyebut teror bom itu sebagai 'kekerasan kejam'.

"Saya belajar dengan kesedihan dan kepedihan berita tentang serangan besar-besaran, yang terjadi hari ini, saat Paskah, membawa duka dan rasa sakit ke gereja-gereja dan tempat-tempat lain di mana orang berkumpul di Sri Lanka," ujar Paus Fransiskus saat menyampaikan 'Urbi et Orbi' di hadapan puluhan ribu umat Katolik yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, dikutip dari Reuters, Minggu (21/4/2019).

"Saya berharap bisa mengekspresikan afeksi kedekatan dengan komunitas Kristiani, diserang saat sedang berdoa bersama, dan untuk semua korban dalam kekerasan yang kejam itu," sambungnya.

Paus mengatakan serangan pada tiga gereja dan tiga hotel di Sri Lanka itu 'menimbulkan duka dan kesedihan'. "Saya mempercayakan kepada Tuhan mereka yang telah meninggal secara tragis dan saya berdoa untuk yang terluka dan untuk semua yang menderita sebagai akibat dari peristiwa dramatis ini," katanya.

Selain untuk Sri Lanka, dalam 'Urbi et Orbi'-nya, Paus juga berdoa untuk penyelesaian konflik, terutama di Suriah, Yaman, Israel dan Palestina, Libya, Burkina Faso, Mali, Niger, Nigeria, Kamerun, Sudan, Sudan Selatan, Ukraina bagian timur, Venezuela, dan Nikaragua. Fransiskus mendesak umat Katolik untuk menjadi 'pembangun jembatan, bukan tembok' dan untuk mengakhiri 'deru senjata' baik di zona konflik maupun di dalam kota.

Para pemimpin dunia mengecam serangkaian ledakan di Sri Lanka. Di antara korban tewas diyakini terdapat belasan warga asing dari Inggris, Belanda, dan Amerika Serikat. Sumber-sumber di rumah sakit menyebut ada kemungkinan warga Jepang yang terluka akibat insiden yang menyasar hotel dan gereja ini.

PM Inggris Theresa May menggambarkan serangan itu sebagai hal yang amat mengerikan. "Aksi kekerasan terhadap gereja dan hotel dan Sri Lanka amat mengerikan dan simpati saya yang terdalam untuk mereka yang terdampak peristiwa tragis," ujar May lewat akun Twitter-nya. "Kita harus berdiri bersama untuk memastikan bahwa siapa saja bisa menjalankan agamanya tanpa rasa takut," tambah May. Ucapan duka cita juga datang dari Perdana Menteri Belanda Mark Rutte.

"Kami mendengar kabar mengerikan dari Sri Lanka terkait serangan terhadap hotel dan gereja di Minggu Paskah," ujar Rutte. "Doa kami selalu bersama korban dan keluarga mereka," tambah dia.

Sementara, PM Australia Scott Morrison mengatakan, rakyat Negeri Kanguru berdoa untuk seluruh korban tewas dalam serangan ini. "Untuk warga Sri Lanka, Australia mengirimkan simpati, doa, dan dukungan kami serta kami menawarkan bantuan apa pun untuk mendukung kalian di masa sulit ini," ujar Morrison.
PM Selandia Baru Jacinda Ardern juga memberikan dukungan dan menyebut serangan itu sebagai hal yang amat menghancurkan.

"Selandia Baru mengecam semua tindakan terorisme dan keteguhan hati kami diperkuat dengan serangan teror pada 15 Maret di negara kami," ujar Ardern.
"Melihat sebuah serangan di Sri Lanka saat orang-orang beribadah di gereja dan di hotel sungguh amat menghancurkan," tambah dia.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved