Bom Sri Lanka, PSI: Ini Tragedi Kemanusiaan yang Patut Dikutuk oleh Masyarakat Dunia

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengutuk keras aksi pemboman di sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka.

Bom Sri Lanka, PSI: Ini Tragedi Kemanusiaan yang Patut Dikutuk oleh Masyarakat Dunia
Twitter Aashik Nazardeen
Tiga Gereja Kena Bom Saat Rayakan Paskah, Sedikitnya 50 Orang Tewas, 250 Orang Terluka. Kondisi gereja pascaledakan bom di Srilanka 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengutuk keras aksi pemboman di sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka.

Setidaknya 137 orang tewas dan lebih dari 200 orang lainnya terluka akibat ledakan bom di saat umat Nasrani merayakan Minggu Paskah.

 "PSI mengutuk keras aksi pemboman itu. Juga simpati yang mendalam kepada masyarakat di Sri Lanka, khususnya kepada korban dan keluarganya," kata Wakil Sekjen DPP PSI Danik Eka Rahmaningtyas dalam keterangan tertulis yang didapat Tribunnews.com, Jakarta, Minggu (21/04/2019).

Baca: UPDATE TERBARU Real Count KPU, Data Masuk 11.89918 %: Jokowi Unggul di 20 Daerah

Menurut Danik, aksi itu merupakan aksi kebiadaban yang bertentangan dengan perikemanusiaan.Terlebih ditujukan kepada umat kristiani yang sedang merayakan ibadah di gereja.

"Ini adalah sebuah tragedi kemanusiaan yang patut dikutuk oleh masyarakat dunia," tegas Danik.

"Kami berharap otoritas setempat dapat segera menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik aksi teror ini. Serta memastikan perlindungan bagi penduduk Sri Lanka," pungkasnya.

Baca: Bambang Widjojanto Sebut Ada Kecurangan di Pilpres 2019: Kualitas Pemilu Ditentukan Kejujuran

Baca: Pernyataan Amien Rais, Prabowo Menang di Jatim, Disesalkan Jaringan Kiai Santri Nasional

Total ada delapan ledakan pada hari ini, Minggu (21/4) di Sri lanka. Kementerian pertahanan Sri Lanka telah menerapkan jam malam yang dimulai pada Minggu pukul 18.00 sore waktu setempat hingga pukul 06.00 pagi.

TONTON JUGA:

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul PSI Kutuk Aksi Pemboman Sejumlah Gereja dan Hotel di Srilanka

Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved