Kriminal

Ngaku Diperkosa Kepala Sekolah, Siswi Ini Dibakar Teman-temanya, Polisi Ungkap Siapa Dalangnya

Seorang siswi tewas dibakar hidup-hidup oleh temannya. Polisi menyatakan mereka menangkap 17 orang yang berhubungan dengan kasus itu

Ngaku Diperkosa Kepala Sekolah, Siswi Ini Dibakar Teman-temanya, Polisi Ungkap Siapa Dalangnya
TribunJateng.com
bakar diri 

TRINBUNMANADO.CO.ID - Seorang siswi tewas dibakar hidup-hidup oleh temannya.

Dalam kasus yang menewaskan gadis berusia 9 tahun itu kemudian mendapat petrhatian serius dari berbagai pihak.

Usai kematiannya, polisi pun mulai menemukan titik terang mengenai pelaku utama kasus yang menimpa Nusrat Jahan Rafi, seorang siswi yang dibakar hidup-hidup pada pekan lalu.

Kematian Nusrat setelah sempat mendapat perawatan, menimbulkan aksi protes di seluruh Bangladesh, dan Perdana Menteri Sheikh Hasina berjanji bakal mengusut tuntas kasus ini.

Dari pemeriksaan polisi setempat, terungkap bahwa peristiwa itu terjadi saat Nusrat dipancing datang ke atap sekolah, di mana si pelaku kemudian meminta dia untuk mencabut laporan soal tuduhan pemerkosaan yang dialamatkan kepada kepala sekolah.

Dilaporkan AFP Jumat (19/4/2019), ketika Nusrat menolak mencabut laporan tersebut, pelaku kemudian menyiramkan minyak tanah ke tubuh remaja berusia 19 tahun itu, dan membakarnya hidup-hidup.

Polisi menyatakan mereka menangkap 17 orang yang berhubungan dengan kasus itu, dan salah satunya berkata perintah membakar Nusrat berasal dari kepala sekolah.

Baca: Laporkan Kepala Sekolah Karena Cabul, Siswi 19 Tahun Dibakar Hidup-hidup, Dia Menyentuhku

Baca: 7 Fakta Menantu Bakar Hidup Ibu Mertua, Terjadi Saat Salat Jumat hingga Diduga karena Masalah Kasur

Baca: Inilah 5 Fakta Pria Dibakar Hidup-hidup di Medan, Kronologi hingga Motif Pelaku

Pengawas senior Mohammad Iqbal yang memimpin penyelidikan berujar, si kepala sekolah memerintahkan agar Nusrat mencabut laporan atau dibunuh jika dia menolak.

Nusrat sempat melapor ke polisi pada akhir Maret bahwa dia diperkosa oleh kepala sekolah.

Sebuah video memperlihatkan si polisi memang mengisi berkas pelaporan. Namun, mereka memutuskan tidak mengusutnya karena hal ini dianggap bukan masalah besar.

Halaman
12
Editor: Indry Panigoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved