Breaking News:

Regional

Laporkan Pelecehan Seksual, Gadis Bangladesh Dibakar Sampai Mati, Ungkap Kebenaran Sebelum Meninggal

Gadis Bangladesh dibakar hanya karena laporkan kasus pelecehan seksual yang dialaminya. Kenapa?

Tribun Video
Siswi SMA dibakar teman-temannya 

"Saya ingin punya anak perempuan sepanjang hidup saya, tapi sekarang saya takut. Melahirkan anak perempuan di negeri ini artinya hidup dan ketakutan dan kecemasan," kata Lopa Hossain di post Facebook-nya.

Menurut kelompok pembela hak perempuan di Bangladesh, Mahila Parishad, terdapat 940 peristiwa perkosaan di Bangladesh pada tahun 2018. Namun beberapa peneliti menyatakan angka sesungguhnya kemungkinan besar jauh lebih tinggi.

"Ketika seorang perempuan mencoba mencari keadilan untuk pelecehan seksual, ia harus menghadapi lebih banyak lagi pelecehan. Kasusnya bisa berjalan beberapa tahun, dan ia akan dipermalukan oleh masyarakat, keinginan polisi untuk melakukan penyelidikan yang pantas juga sangat kecil," kata Salma Ali, pengacara hak asasi manusia dan bekas direktur asosiasi pengacara perempuan di Bangladesh.

"Ini membuat para korban berhenti mencari keadilan. Ujung-ujungnya para penjahat ini tidak dihukum, dan mereka akan melakukan kejahatan serupa. Yang lain tidak takut melakukan kejahatan semacam itu karena contoh-contoh yang terjadi ini."

Kini orang-orang bertanya: mengapa kasus Nusrat hanya mendapat perhatian sesudah ia diserang? Dan apakah kasus Nusrat ini akan mengubah cara pandang orang tentang pelecehan seksual di Bangladesh?

Di tahun 2009, Mahkamah Agung memerintahkan pembangunan ruang khusus untuk pelecehan seksual di lembaga pendidikan di mana para pelajar bisa melakukan pengaduan, tetapi hanya sedikit sekali sekolah yang menjalankan perintah itu. Para aktivis kini menuntut agar perintah itu dilaksanakan dan dimasukkan ke dalam undang-undang agar bisa melindungi para pelajar.

"Peristiwa ini telah mengguncang kita, tetapi sebagaimana kita lihat di masa lalu, peristiwa ini dilupakan seiring berjalannya waktu. Saya pikir tak akan banyak perubahan sesudah ini. Kita harus lihat apakah keadilan ditegakkan," kata Profesor Kaberi Gayen di Universitas Dhaka.

"Perubahan telah datang, baik secara psikologis maupun dalam pelaksanaan penegakan hukum. Kesadaran tentang pelecehan seksual harus dimunculkan sejak anak-anak di sekolah-sekolah," kata Prof Kaberi.

"Mereka harus belajar, apa yang benar dan salah dalam hal pelecehan seksual."

Baca: Jessica Bocorkan Tanggal Pernikahan denga Richard Kyle, Awal atau Akhir Tahun?

Baca: 2 Aktris China Dihukum Penjara karena Jual Obat Pelangsing Ilegal

Tautan: http://www.tribunnews.com/internasional/2019/04/20/seorang-perempuan-di-bangladesh-dibakar-sampai-mati-karena-melaporkan-pelecehan-seksual?page=all.

Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved