News

BKSDA Mendukung Kasus Pemburuan Satwa, Tersangka Seret ke Pengadilan

Dukungan ini terkait keberhasilan Polres Aceh Barat mengungkap kasus jual beli satwa dilindungi jenis beruang madu di kabupaten tersebut.

BKSDA Mendukung Kasus Pemburuan Satwa, Tersangka Seret ke Pengadilan
Istimewa
stop-perburuan-satwa 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menyatakan dukungannya agar kasus pemburuan dan perdagangan satwa langka atau dilindungi harus berujung ke pengadilan.

“Kita berharap kasus ini bisa tuntas dan kita akan bantu pihak kepolisian sehingga bisa diungkap jaringannya, kalau memang ada,” kata Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo dalam pesan WhatshApp (WA) kepada Serambi, Jumat (19/4).

Dukungan ini terkait keberhasilan Polres Aceh Barat mengungkap kasus jual beli satwa dilindungi jenis beruang madu di kabupaten tersebut.

“Kami kembali mengimbau masyarakat untuk tidak memelihara, apalagi memperdagangkan satwa dilindungi, termasuk beruang madu.

Karena akan mengancam kelestariannya dan kalau punahkan bisa mengganggu keseimbangan ekosistem,” imbau Sapto.

Oleh sebab itu, Sapto memberikan apresiasi terhadap keberhasilan penangkapan pelaku perdagangan satwa dilindungi, sambil berharap pelaku utama yakni pelaku pemburu bisa secepatnya tertangkap sehingga pelaku dapat diproses sesuai hukum berlaku.

 
Masih diburu

Sementara itu, informasi yang diperoleh Serambi, satwa dilindungi jenis beruang madu yang kini menjadi barang bukti (BB) dalam kasus perdagangan atau jual beli satwa dilindungi tersebut hingga kini masih dirawat di BKSDA Sektor Aceh Barat.

Beruang madu berkelamin betina itu dirawat BKSDA setelah diserahkan pihak kepolisian karena kondisinya terluka akibat terkena jeratan pemburu.

Sedangkan, pihak kepolisian masih memburu pelaku utama yang diduga merupakan warga asal Sumatera Utara (Sumut) sebagai pemburu beruang madu tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Aceh Barat pada Sabtu (13/4) malam, menangkap lima warga kabupaten itu dalam kasus dugaan perdagangan atau jual beli satwa dilindungi dan langka jenis beruang madu.

Pada kasus tersebut, seekor beruang madu betina yang diperkirakan berusia sekitar 3 tahun berhasil diamankan.

Keberhasilan pengungkapan kasus pidana perdagangan satwa dilindungi itu dibeberkan Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK, melalui Kasat Reskrim, Iptu M Isral SIK di mapolres setempat, Senin (15/4).

Pada kesempatan itu, polisi ikut memperlihatkan lima warga asal Aceh Barat yakni J (43), B (45), I (40), MD (44), dan Id (42), yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perdagangan satwa dilindungi.

Kelima pelaku tersebut, terang M Isral, dijerat dengan UU Nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dengan ancaman penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.

Artikel ini telah tayang di serambinews.com 
http://aceh.tribunnews.com/2019/04/20/bksda-dukung-kasus-pemburuan-satwa-ke-pengadilan.

Editor: Gryfid Talumedun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved