Pemilu 2019

Awal Persoalan Status di Fecebook Soal Pemilu, 2 Kerabat Adu Jotos & 'Finish' di Kantor Polisi

Berawal dari status Facebook seorang caleg, pertikaian antara dua kerabat terjadi hingga finish di Kantor Polisi.

Awal Persoalan Status di Fecebook Soal Pemilu, 2 Kerabat Adu Jotos & 'Finish' di Kantor Polisi
TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Mapolsek Pammana Wajo 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berawal dari status Facebook seorang caleg, pertikaian antara dua kerabat itu bermula di Desa Pallawarukka, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo.

Terdaftar di dalam Daftar Calon Tetap (DCT) calon DPRD Kabupaten Wajo dapil VI (Pammana - Sabbangparu) dari Partai PDIP, Abdul Malik mengunggah sebuah status di Facebook pasca Pemilu 2019.

"Bahaya tongeng sedding keluargae nalabawang barangnge nappa tania idi natoddo fuangngalatala fambo pale manekko," demikian Abdul Malik dalam status Facebooknya.

Dalam Bahasa Indonesia, berarti "Bahaya keluarga, ambil saja barang tapi bukan kita dipilih biar Tuhan yang membalasnya."

Merasa tersinggung, Herlina mengomentari status tersebut.

Baca: VIRAL MEDSOS, Gagal Terpilih, Caleg Singgung Sumbangan ke Masjid, Warga Bakar Semua Sedekahnya

Lantas, saling maki terjadi di kolom komentar, Herlina menyuruh anak-anaknya memanggil Abdul Malik dan istrinya, Indo Esa untuk mengambil barang-barang pemberian yang dimaksud pada Jumat (19/4/2019) pagi kemarin.

Sempat terjadi cekcok antara Herlina dan Indo Esa, adu jotos pun tak terelakkan. Abdul Malik sempat mengompori istrinya untuk melawan, tapi dirinya yang juga tersulut emosi itu ikut menonjok Herlina.

Alhasil, Herlina yang mengalami luka lecet dan memar di bagian wajah pun melaporkan penganiayaan yang menimpanya tersebut ke Mapolsek Pammana.

Kapolres Wajo, AKBP Asep Marsel membenarkan adanya laporan yang masuk di Polsek Pammana terkait penganiayaan.

Baca: Kondisi Sandiaga Uno Setelah Pemilu 2019, Tak Mau Kompromi Lagi, 8 Bulan Menyapa Masyarakyat

Namun, dirinya tak tahu persis terkait latar belakang masing-masing pelapor dan terlapor.

"Iya, kan polisi kalau ada laporan penganiayaan diterima, urusan caleg atau siapa, itu bukan urusan polisi, yang penting itu tindakan penganiayaan," katanya kepada Tribun Timur, Sabtu (20/4/2019).

Lebih lanjut, AKBP Asep Marsel menyebutkan, bukan cuma Herlina yang datang melapor, ternyata Indo Esa pun juga mendatangi Polsek Pammana untuk melaporkan kejadian tersebut.

"Ada dua LP yang masuk, yang satu pelapor atas nama Herlina binti Suaib dan yang satu Indo Esa binti Muhammad Yusuf," katanya.

Baca: Prabowo - Sandi Menang di Madura, Politisi Gerindra Tagih Janji La Nyalla Mattalitti Potong Leher

Tautan: http://makassar.tribunnews.com/2019/04/20/gara-gara-status-fecebook-soal-pemilu-2-kerabat-di-wajo-berujung-adu-jotos?page=all.

Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved