Ratusan Umat Katolik di Tondano Diguyur Hujan Saat Jalan Salib

Prosesi Jalan Salib yang dilaksanakan di Kelurahan Tataaran Patar, Kabupaten Minahasa berlangsung khusyuk.

Ratusan Umat Katolik di Tondano Diguyur Hujan Saat Jalan Salib
tribun manado/andreas ruaw
Umat katolik Santo Antonius Padua mengikuti Jalan Salib saat Jumat Agung 

Ratusan Umat Di Tondano Katolik Diguyur Hujan Saat Jalan Salib

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Prosesi Jalan Salib yang dilaksanakan di Kelurahan Tataaran Patar, Kabupaten Minahasa berlangsung khusyuk.

Walaupun ditengah perjalanan terjadi hujan lebat yang kemudian membasahi seluruh peserta Jalan Salib, hanya sebagian kecil peserta yang mencari tempat berteduh.

Terpantau Tribunmanado.co.id, hujan lebat mengguyur sebagian Kota Tondano yang hampir satu jam itu tidak menggaggu prosesi Jalan Salib dari awalnya di Gereja Katolik Santo Ignatius Maesa Unima hingga finis di Gereja Katolik Santo Antonius Padua, Jumat (19/4/2019).

Baca: Jalan Salib Paroki St. Ignatius Manado, Ratusan Umat Menghayati Sengsara Yesus dan Berdevosi

Sebanyak 14 pemberhentian pun dilewati tanpa terganggu oleh hujan.

Nampak seluruh peserta Jalan Salib basah kuyup saat berada di pemberhentian ke 13 dimana berlangsungnya aksi teatrikal penyaliban Yesus Kristus.

Salah satu warga mengaku terkesan dengan prosesi Jalan Salib ini, ia mengatakan dari prosesi Jalan Salib tersebut umat manusia dapat mengerti arti penderitaan Sang Juruselamat.

"Saat melihat Yesus disalib ada rasa sedih dan haru karena membayangkan kejadian yang sebenarnya, dimana Ia berkorban hanya demi manusia berdosa," kata Melisa kepada Tribunmanado.co.id.

Baca: Paroki Tataaran Buat Balada Jalan Salib Hidup, Hadirkan Prajurit Berkuda

Usai prosesi Jalan Salib, seluruh umat langsung memasuki gedung gereja untuk lanjut mengikuti ibadah Jumat Agung.

Penulis: Andreas Ruauw
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved