Jangan Jadi Kristen Kapal Selam
Pendeta Nikson Manoppo mengingatkan kepada Jemaat di GMIBM Sentrum Molibagu untuk tidak menjadi Kristen Kapal Selam
Penulis: Nielton Durado | Editor: Chintya Rantung
Jangan Jadi Kristen Kapal Selam
Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado
TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Pendeta Nikson A. Manoppo mengingatkan kepada Jemaat di Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongondow (GMIBM) Sentrum Molibagu, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) untuk tidak menjadi Kristen Kapal Selam.
"Kristen kapal selam itu yang jarang datang kepada Tuhan Yesus Kristus. Kapal selam Amerika saja, tiga bulan sekali naik ke permukaan. Tapi banyak Kristen kapal selam ini ada yang setahun sekali datang pada Tuhan," ujar Pendeta Nikson saat membawakan khotbah di perayaan Jumat Agung, Jumat (19/4/2019) di desa Molibagu, Kabupaten Bolsel, Sulawesi Utara (Sulut).
Baca: Jumat Agung, Jalanan Tomohon Terpantau Sepi
Selain Kristen kapal selam, Pendeta Nikson juga mengingatkan kepada jemaatnya agar tidak menjadi Kristen Gerobak.
"Kristen gerobak adalah orang-orang yang ketika didorong baru mau jalan. Padahal Kristus menebus dosa kita tanpa paksaan, dan karena Tuhan mengasihi kita," ucapnya.
Dirinya menambahkan bahwa makna yang harus diambil dari peristiwa Jumat Agung adalah pertobatan.
"Karena orang yang tak mau bertobat tidak tahu berterima kasih. Kita sudah ditebus dosa-dosanya, dan kalau kita masih terjebak dalam dosa itu adalah kebodohan," tegasnya.
Baca: Isi Surat Perintah SBY ke Kader Demokrat: Jangan Terlibat Kegiatan Inkonstitusional
Ibadah Jumat Agung di Jemaat GMIBM Sentrum Molibagu berjalan dengan khusyuk.
Dalam ibadah ini, juga dirangkaikan dengan Perjamuan Kudus. (nie)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/jemaat-di-gereja-masehi-injili-di-bolaang-mongondow-gmibm.jpg)