Gigit Jarinya hingga Putus, Pengidap Gangguan Jiwa Dibawa ke Rumah Sakit

Sejumlah relawan yang trenyuh dengan penderitaan Wiji Fitriani (29) membawa penderita jiwa pemakan jari tangannya berobat ke RSUD dr Iskak

Gigit Jarinya hingga Putus, Pengidap Gangguan Jiwa Dibawa ke Rumah Sakit
surabaya.tribunnews.com/didik mashudi
Mbah Jirah menyuapi cucunya penderita gangguan jiwa yang menggigit jari-jari tangannya sendiri hingga putus, Wiji Fitriani di rumahnya, Jumat (19/4/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejumlah relawan yang trenyuh dengan penderitaan Wiji Fitriani (29) membawa penderita jiwa pemakan jari tangannya berobat ke RSUD dr Iskak Kabupaten Tulungagung, Jumat (19/4/2019).

Pasien dijemput dengan mobil ambulans dari rumahnya di Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri untuk berobat medis. Usai mendapatkan penanganan medis kembali diantar kembali ke rumahnya.

Luka-luka di jari kedua tangannya, siku serta lutut telah dibersihkan dan diganti dengan perban yang baru. Perban luka juga dipasang lebih kuat sehingga tidak mudah lepas.

Pasien juga mendapatkan pengobatan yang harus dikonsumsi untuk mempercepat penyembuhan luka-lukanya.

Karena kedua tangannya diperban, Wiji Fitriani tidak bisa makan sendiri. Untuk makan harus disuapi oleh neneknya Mbah Jirah yang sehari-hari mengasuhnya.

Sang nenek terlihat sabar memberikan suapan nasi kepada cucunya. Suap demi suap diberikan sehingga Wiji dapat makan dengan lahap.

Mbah Jirah menuturkan, cucunya memang kesulitan makan sendiri dengan sendok karena jari-jari tangannya kirinya sudah habis dimakan dan jari tangan kanannya juga diperban.

"Tadi Wiji dibawa ke rumah sakit dibersihkan lukanya. Petugas yang memeriksa masih menemukan belatung di lukanya," ujarnya.

Sedangkan jari tangan kanan yang masih terlihat utuh hanya jari kelingking. Jari jempol dan tengah tinggal separo serta jari telunjuk dan jari manis juga terluka akibat gigitan penderita.

Sementara Suliyono, salah satu relawan menyebutkan, upaya membawa penderita ke rumah sakit untuk membersihkan luka-luka akibat gigitan. Karena selama ini masih belum ada perhatian dari pihak terkait kepada penderita.

Halaman
12
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved