Timses M Taufik Dicokok: Dugaan Politik Uang Rp 40 Juta

Staf sekaligus tim sukses caleg petahana DKI Jakarta Muhammad Taufik bernama Carles Lubis terjaring operasi tangkap tangan (OTT)

Timses M Taufik Dicokok: Dugaan Politik Uang Rp 40 Juta
NET
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA  - Staf sekaligus tim sukses caleg petahana DKI Jakarta Muhammad Taufik bernama Carles Lubis terjaring operasi tangkap tangan (OTT) tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu Jakarta Utara di depan rumah sekaligus posko kemenengan M Taufik di Jakarta Utara, Senin (15/4) sore. Dari terduga, tim menemukan puluhan amplop masing-masing berisi uang Rp 500 ribu.

"Ketangkapnya 17.30 WIB di wilayah Warakas, di depan rumah Pak Taufik, di posko kemenangannya," ujar Ketua Bawaslu Jakarta Utara, Mochammad Dimyati, saat dikonfirmasi, Selasa (16/4).

Menurut Dimyati, M Taufik tidak berada di lokasi saat dilakukan dugaan politik uang tersebut. Namun, M Taufik berencana hadir ke lokasi tersebut pada malam itu. "Barang buktinya sudah ada berupa amplop. Amplop warna putih. Tapi, isinya berapa kita belum tahu," ungkap Dimyati.

Menurut Dimyanti, saat malam itu Charles Lubis berencana mengumpulkan pihak-pihak yang diduga akan dimanfaatkan dengan politik uang itu. Saat penangkapan, kondisi Posko Pemenangan M Taufik ramai orang. "Rencananya semalam mau ada kegiatan ngumpulin saksi-saksi, RW yang jadi korwil," jelas Dimyati.

"(Kondisi posko) ramai, saksi sudah sebagian datang, Pak Taufik juga ada rencana hadir di situ, tapi belum ada," imbuhnya.

Hingga Selasa siang ini, penyidik Sentra Gakkumdu Bawaslu Jakarta Utara masih melakukan penyelidikan terhadap kasus itu. Anggota timses M Taufik itu pun menjalani pemeriksaan di Mapolres Metro Jakarta Utara.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budi Herdhi Susianto mengatakan, barang bukti yang ditemukan sebanyak 80 amplop. Dan setiap amplop berisi uang tunai senilai Rp 500 ribu dan di antaranya uang pecahan Rp 100 ribu. "Kami hitung di sana, jumlahnya 80 amplop, masing-masing amplop isinya Rp 500.000," kata Budi.

Budi enggan menjawab saat ditanya tujuan penggunaan amplop-amplop tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan kewenangan Bawaslu.

Ketua Tim Sentra Gakkumdu Bawaslu DKI Jakarta Puadi mengatakan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan amplop-amplop itu berisi uang untuk para saksi Pemilu pada Rabu hari ini. "Informasinya untuk saksi parpol ya, makanya nanti kita setelah diregistrasi setelah diplenokan, dilakukan proses penyelidikan klarifikasi, apakah benar barang bukti ini adalah untuk saksi parpol?" ucap Puadi.

Kepala Biro Penerangan Masyakarat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Gakkumdu mempunyai waktu 14 hari untuk menangani kasus tersebut guna menilai ada tidaknya unsur pidana. "Gakkumdu memiliki proses 14 hari setelah menerima laporan dari Panwaslu. 14 hari proses semuanya yang dilakukan Gakkumdu sampai tahap 2. Baru proses persidangan. Itu harus cepat prosesnya," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved