Pemilu 2019

Meski Sudah Lakukan Patroli Bawaslu Sulut Belum Tangkap Basah Pelaku Money Politics

Provinsi Sulut masuk rawan kasus money politics, sesuai survei LSI, tapi sampai sejauh ini di masa tenang belum ada lelaku money politics tertangkap.

Meski Sudah Lakukan Patroli Bawaslu Sulut Belum Tangkap Basah Pelaku Money Politics
tribunmanado.co.id/Ryo Noor
Bawaslu Sulut 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Provinsi Sulut masuk rawan kasus money politics, sesuai survei LSI, tapi sampai sejauh ini di masa tenang belum ada lelaku money politics tertangkap.

Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Malonda mengatakan, jajarannya di bawah sudah melakukan patroli.

"2-3malam terakhir ini kerja kita berat mengawasi," kata dia kepada tribunmanado.co.id, Selasa (16/4/2019).

Sejauh ini yang ada hanya indikasi-indikasi yang tercium tim Patroli Masa Tenang yang berjumlah ribuan orang di lapangan.

"Sudah terlihat tapi tidak sempat dilaksanakan (money politics). Mungki efek cegah dari patroli," kata dia.

 Politik uang hanya sarubdi antara masalah pemilu, masih ada lagi potrnsi masalah lain, sehingga Bawaslu memvuat rentang kendali dan koordinasi dengan pemangku kepentingan Pemilu mengatasi persoalan

"Di internal sudah petakan. Kita berhwaap H paling lambat 18 Apeil seluruh data informasi pelanggaran sudah tersampaikan," ungkap dia. 
Politik uang atau biasa dikenal ‘serangan fajar’ bakal meramaikan pesta demokrasi di Sulut. Perkiraan itu terbaca dari hasil survei LSI Network. Data survei menyebutkan sebanyak 77,7 persen pemilih menganggap wajar dan sangat wajar soal praktik politik uang.

"Hanya sekitar 2,9 persen dan 13,9 persen pemilih yang menganggap politik uang kurang wajar dan tidak wajar sama sekali," kata Rully, peneliti LSI.
Selain itu, ada 75,8 persen pemilih yang menganggap politik uang berpengaruh dan sangat berpengaruh. Hanya 11,5 persen pemilih yang menganggap politik uang tidak berpengaruh sama sekali. Sebanyak 46 persen pemilih pernah merasakan adanya pembagian uang atau barang.

 "Hanya 26,7 persen yang tidak pernah merasakan. Sebanyak 66,8 persen pemilih berpendapat kegiatan itu bisa berpengaruh dan hanya 20,1 persen yang menganggap tidak berpengaruh," kata dia. Rully menyebut dari hasil kajian itu, Sulut masuk daerah rawan politik uang.
Meski demikian, ungkap Rully, masifnya politik uang tidak akan berpengaruh banyak pada hasil akhir sebagaimana survei LSI.

"Penyebabnya politik uang dijalankan caleg terhadap massanya sendiri," beber dia. (ryo)

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved