Menteri Yohana Temui Korban dan Tersangka Penganiayaan di Pontianak, Pastikan Hak-hak Anak Terpenuhi

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menegaskan kasus kekerasan anak

Menteri Yohana Temui Korban dan Tersangka Penganiayaan di Pontianak, Pastikan Hak-hak Anak Terpenuhi
Humas Kementerian PPPA
Menteri PPPA Yohana Yambise menemui A, korban pemganiyaan dan ketiga anak lainnya yang jadi pelaku penganiyaan di Pontianak, Senin (15/4/2019). Menteri ke Pontianak untuk memastikan korban dan tiga anak sebagai pelaku mendapatkan hak-haknya sebagai anak. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menegaskan kasus kekerasan anak di Pontianak harus diupayakan diversi.

“Jika ancaman hukuman dibawah 7 tahun, maka penyelesaian kasus harus diupayakan diversi. Pengalihan penyelesaian perkara anak di luar peradilan pidana. Menggunakan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) karena pelaku masih usia anak. Tidak akan sama hukumannya dengan kasus pidana orang dewasa,” ujar Menteri Yohana sesaat setelah berkoordinasi dengan Walikota Pontianak di Kantor Balaikota Pontianak, Senin (15/04).

Sebagaimana dijelaskan dalam keterangan tertulis ke Tribun Manado, Selasa (16/4/2019), koordinasi dan penjangkauan langsung terhadap perkembangan kasus kekerasan pada anak di Pontianak dilakukan Menteri Yohana atas dasar perintah Presiden Republik Indonesia dan sebagai wujud negara menjamin serta melindungi anak.

“Kedatangan saya di sini disebabkan oleh dua hal. Pertama untuk memastikan hak anak terpenuhi berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak. Kedua, untuk memastikan kasus ditangani secara khusus menggunakan UU SPPA dalam penyelesaiannya,” ujar Yohana.\

Menteri PPPA Yohana Yambise menemui A, korban pemganiyaan dan ketiga anak lainnya yang jadi pelaku penganiyaan di Pontianak, Senin (15/4/2019). Menteri ke Pontianak untuk memastikan korban dan tiga anak sebagai pelaku mendapatkan hak-haknya sebagai anak.
Menteri PPPA Yohana Yambise menemui A, korban pemganiyaan dan ketiga anak lainnya yang jadi pelaku penganiyaan di Pontianak, Senin (15/4/2019). Menteri ke Pontianak untuk memastikan korban dan tiga anak sebagai pelaku mendapatkan hak-haknya sebagai anak. (Humas Kementerian PPPA)

Di Pontianak, selain bertemu dengan Gubernur Kalimantan Barat, Menteri Yohana juga berkoordinasi dengan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi, dan seluruh Aparat Penegak Hukum (APH) yang ikut menangani perkara seperti Kejaksaan Tinggi dan Polres Pontianak.

Disamping itu, Menteri Yohana didampingi Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Pribudirta N Sitepu, dan Deputi Perlindungan Anak, Nahar juga bertemu ketiga anak yang berkonflik dengan hukum (ABH) dan mengunjungi korban di tempat yang berbeda.

Saat bertemu langsung dengan ABH, Menteri Yohana tak kuasa menahan tangis saat menjelaskan maksud kedatangannya. Ia menyampaikan kesedihannya atas kejadian tersebut dan keprihatinan akan kondisi para pelaku karena harus berhadapan dengan hokum.

Menteri Yohana berjanji akan tetap menjamin hak-hak mereka sebagai anak terpenuhi.

“Kalian ini masih punya masa depan. Jadikan pelajaran kejadian ini dan jangan sampai diulangi. Mama Yo ini ibu dari seluruh anak di Indonesia, kalian juga anak-anak Mama Yo,” kata Menteri Yohana sambil menitikan air mata.

Yohana juga menambahkan, kepentingan terbaik bagi anak harus diutamakan, baik anak sebagai korban maupun anak sebagai pelaku. Mulai dari pemulihan psikis, hingga hak untuk tetap mendapatkan pendidikan.

Halaman
12
Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Aldi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved