Breaking News:

Al Ghazali Klaim Keluarganya Satu Suara di Pilpres 2019

Al Ghazali, putra pertama dari musisi Ahmad Dhani, untuk kali pertama menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara di Pilpres 2019.

Kolase Tribun Manado/Instagram@alghazali7/Warta Kota/ Angga Bagja Nugraha
Al Ghazali dan Ahmad Dhani 

"Alasan yang pertama adalah dasar perpanjangannya itu apa. Orang kalau diperpanjang masa penahanan nya harus ada dasar hukumnya," ujarnya kepada TribunJatim.com, Jumat (1/03/2019).

Pihaknya pun mengaku telah berkirim surat kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk meminta masalah penetapan yang berlaku mundur. Namun hingga saat ini tak ada jawaban.

Sedangkan untuk alasan kedua adalah sekarang ada perpanjangan penahanan dari PN Jakarta Selatan untuk 60 hari ke depan. 

Karena masa penahanan Ahmad Dhani akan berakhir 2 Maret.

"Otomatis Dhani menolak menandatangani perpanjangan masa penahanan. Lha karena memang tak ada dasar hukumnya," jawab Sahid.

Dirinya menjelaskan kecuali kalau sedang dalam proses menjalankan sidang perkara di Jakarta. Dan Ahmad Dhani belum selesai sidangnya. Surat penahanan dari jaksa boleh diperpanjang.

"Ini kan sidangnya sudah selesai, jadi harus ditolak surat perpanjangan penahanan tersebut. Dan rencananya kita akan membawa masalah ini dan melaporkannya kepada Ombudsman dan Pengawas Mahkamah Agung," tandasnya.

Sebelumnya, Ahmad Dhani menjalani vonis yang telah dijatuhkan hakim PN Jakarta Selatan dengan masa hukuman 1,5 tahun penjara.

Vonis tersebut didapatkan setelah kasus cuitan ujaran kebencian di media sosial akun twitternya.

Sedangkan untuk saat ini, Ahmad Dhani mendekam di Rutan Klas 1 Surabaya untuk menjalani persidangan di PN Surabaya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sebut Ayahnya Dizalimi, Al Ghazali Klaim Keluarganya Satu Suara di Pilpres 2019

Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved