Tidur Panjang di Akhir Pekan Undang Risiko Kesehatan, lho

Perilaku tidur panjang di akhir pekan sebagai pengganti waktu tidur yang kurang saat hari kerja ternyata mengundang banyak risiko gangguan kesehatan.

Tidur Panjang di Akhir Pekan Undang Risiko Kesehatan, lho
mnn.com
Ilustrasi Tidur 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Apakah Anda termasuk orang yang sering bergadang dan bangun siang di akhir pekan?

Jika iya, maka sebaiknya anda mulai mengubah kebiasaan tersebut.

Menurut studi terbaru, perilaku tidur panjang di akhir pekan sebagai pengganti waktu tidur yang kurang saat hari kerja ternyata mengundang banyak risiko gangguan kesehatan.

Hal ini meliputi sering lapar saat tengah malam, gangguan keseimbangan neraca energi, peningkatan berat badan, dan menurunnya sensitivitas terhadap hormon insulin.

Sejak beberapa dekade terakhir, ilmuwan sudah menyadari bahwa kurang tidur dapat mengganggu kesehatan, terutama memicu kasus obesitas dan diabetes tipe 2.

Namun belum diketahui secara pasti apakah waktu tidur yang hilang tersebut dapat ditebus dengan tidur panjang kala akhir pekan.

Waktu luang yang melimpah di kala akhir pekan tampak menggiurkan untuk menebus waktu tidur yang hilang seminggu sebelumnya. Namun, ilmuwan selama ini bersikap skeptis terhadap hal tersebut.

Untuk menguji dampak perilaku tersebut, Christopher Depner dari University of Colorado beserta koleganya melakukan studi terkait perbedaan waktu tidur akhir pekan.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Current Biology ini dilakukan dengan membagi subjek penelitian, yang terdiri dari pemuda berusia sekitar 20 tahun, menjadi tiga kelompok.

Selama kurun waktu dua minggu, kelompok ini mengikuti pola tidur dengan jadwal yang ditentukan.

Halaman
123
Editor: Edi Sukasah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved