Penyelundupan Uang Asing: Belajar dari Kasus Hotman Paris

Pengacara kondang Hotman paris memang tenar setara artis-artis nasional. Ia juga terkenal karena kekayaan berlimpah. Namun Hotman yang memiliki

Penyelundupan Uang Asing: Belajar dari Kasus Hotman Paris
tribunnews.com
Hotman Paris Hutapea 

Akan tetapi jika Anda tidak mengisi formulir tersebut dengan benar, atau memberikan informasi yang salah; misalnya tidak memberitahukan tentang uang yang Anda bawa, pihak Bea Cukai setempat bisa saja mencurigai Anda sebagai penyelundup atau bagian dari sindikat pendanaan terorisme.

Tiba dari Luar Negeri

Jika anda membawa uang senilai minimal Rp100 juta (atau 10.000 dolar AS) dari luar negeri, hal yang sama kembali berlaku saat anda tiba di bandara atau pelabuhan Indonesia. Biasanya di pesawat atau di bandara/pelabuhan, anda akan diberikan Customs Declaration (pemberitahuan pabean). Isilah formulir tersebut dengan jujur dan benar, sebagaimana dijelaskan di atas.

Setelah menyelesaikan urusan dengan pihak imigrasi dan mengambil bagasi Anda, segeralah mencari kantor/pos Bea Cukai untuk melaporkan uang yang Anda bawa tersebut. Anda akan diminta mengisi sebuah form untuk menyelesaikan formalitas sekaligus memastikan legalitas uang Anda memasuki wilayah RI. Tidak dipungut biaya dalam proses pelaporan pembawaan uang tunai.

Pelaporan uang tunai saat berangkat ke/tiba dari luar negeri menggunakan form Bea Cukai yang disebut BC 2.2. Mintalah dokumen ini pada pejabat Bea Cukai Bandara.

Mengapa Harus Melapor?

Anda yang bertanya seperti ini kemungkinan besar orang baik, jujur dan tidak memiliki niat jahat terkait pembawaan uang tunai dari dan ke luar negeri. Akan tetapi, perlu  diketahui  bahwa berbagai sindikat penjahat internasional termasuk pedagang narkoba, penyelundup, teroris, pedagang senjata illegal, dan aneka kejahatan lainnya, berusaha membawa uangnya lintas negara secara tunai.

Merekalah yang ditarget oleh para penegak hukum  di seluruh dunia, sehingga dimana-mana diberlakukan aturan pelaporan yang sama. Perdagangan korupsi, narkoba, dan terorisme selalu berusaha melakukan kejahatan pencucian uang.

Korupsi, perdagangan narkoba, dan terorisme selalu berusaha melakukan kejahatan pencucian uang. Para penjahat kan bisa mengirim uang lewat transfer bank, bukan?

Di situlah letak permasalahannya. Mengirim uang lewat transfer tidaklah bebas dari pengawasan para penegak hukum. Semua catatan transfer uang, terutama antar negara pasti dilaporkan ke pihak pengawas di negara masing-masing. Di Indonesia, pengawas lalu lintas uang dalam hal ini adalah PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan).

Karena tidak ingin terdeteksi, biasanya penjahat berusaha membawa hasil kejahatannya dalam bentuk tunai, atau mengaburkannya melalui serangkaian proses pencucian uang (money laundering).

Jadi, jika anda merasa bukan penjahat, jangan ragu untuk melaporkan uang tunai yang Anda bawa ke/dari luar negeri, jika jumlahnya minimal setara dengan Rp100 juta atau 10.000 daoalr AS. (kompas.com/dtc)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved