Kisah

Luh Ariani Wanita Penghuni Rumah Batu di Gunung Batur, Hanya Mandi Ketika Hujan Turun

Rumah dengan ukuran lebar sekitar 3 meter dan tinggi 1 meter ini terletak di pinggir jalan pendakian Gunung Batur, Kintamani, Bangli.

Luh Ariani Wanita Penghuni Rumah Batu di Gunung Batur, Hanya Mandi Ketika Hujan Turun
Istimewa
uh-ariani-tengah-memasak-daging-ayam-di-rumah-batunya 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tiga rumah dari bebatuan yang disusun rapi tanpa semen bertengger di kaki Gunung Batur. 

Rumah dengan ukuran lebar sekitar 3 meter dan tinggi 1 meter ini terletak di pinggir jalan pendakian Gunung Batur, Kintamani, Bangli.

Tampilannya sangat sederhana. Rumah batu itu hanya beratap asbes, tripleks dan terpal serta berlantai tanah. 

 Luh Ariani, wanita asal Tabanan yang tak ingat tanggal lahirnya, adalah salah satu di antara penghuni rumah batu di kaki Gunung Batur tersebut.

Wanita penderita folio sejak kelas 6 SD ini tinggal seorang diri di rumah batunya. Tak terlihat kasur atau perabotan layaknya di sebuah rumah pada umumnya.

Baca: Begini Modus Iden Yang Bebas Seludupkan Sabu Lewat Bandara

Pintu rumah terbuat dari tripleks bekas dengan panjang dan lebar 1 meter.

Rumah batu Luh Ariani memiliki 2 ruang yang dibatasi oleh kayu dan terpal. Ruang pertama di sisi kanan berfungsi sebagai dapur.

Ada satu tungku sederhana yang tersusun dari tiga buah batu. Di sana terdapat tiga buah panci, beberapa jeriken, beberapa bak plastik yang ia dapat dari pemberian orang. 

Ruang kedua berada di sisi kiri yang berfungsi sebagai ruang tidur.

Namun, di ruangan yang ia anggap sebagai ruang tidur tersebut tidak terlihat dipan, kasur, bantal, selimut atau perabotan tidur lainnya. Hanya terlihat beberapa karung beras bekas di tanah dan di dekat pembatas ruangan.

Halaman
12
Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved