News Analysis

Ferry Liando: Masyarakat Perlu Disadarkan

Sepertinya potensi pelanggaran politik uang tetap akan ada. UU pemilu tidak cukup efektif mencegah politik uang.

Ferry Liando: Masyarakat Perlu Disadarkan
Tribunnews.com
Ferry Liando 

Perlu pengawasn dan pengawalan secara ketat jangan sampai masa tenang akan dimanfaatkan untuk beroperasinya money politik.

Selama ini banyak caleg pasif berkampanye karena ada indikasi bahaya kampanye dikumpulkan untuk dibagi - bagi pada masa tenang. Banyak modus yang bisa dilakukan caleg.

Saat ini ada modus pasca coblos. Caleg menghubungi masyarakat, tokoh setempat, mereka bisa berperan sbg Calo.

Mereka akan dibayar jika target suara yang diminta caleg tercapai di suatu TPS. Selain memanfatakn tokoh, para caleg kerap memanfatakan juga aparat lingkungan.

Di masa tenang ini, pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye pemilu presiden dan wakil Presiden dilarang menjanjikan atau memberikan imbalan kepada pemilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya, memilih pasangan calon, memilih partai politik peserta pemilu tertentu, dan memilih calon anggota DPR/DPRD/DPD tertentu.

Hal ini tertuang dalam Pasal 278 UU Pemilu No 7/2017. Satu satunya cara mencegah politik uang adalah menubuhkan kesadaran pada setiap pemilih untuk menghukum caleg yang menyogok itu untuk tidak dipilih.

Harus disadari oleh setiap pemilih bahwa caleg yg menyuap atau menyogok itu sangat diragukan moralitasnya sehingga tidak pantas untuk dipilih.

Ketika calon yang menyogok itu terpilih maka hal yang mungkin terjadi adalah ia akan berusaha mengembalikan uang yg dibagi2 itu dgn Cara memanfatakn anggaran publik pada APBN yang sesungguhnya untuk kepentingan publik. (*)

Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved