News Analysis

Ferry Liando: Masyarakat Perlu Disadarkan

Sepertinya potensi pelanggaran politik uang tetap akan ada. UU pemilu tidak cukup efektif mencegah politik uang.

Ferry Liando: Masyarakat Perlu Disadarkan
Tribunnews.com
Ferry Liando 

TRIBUN MANADO.CO.ID - Sepertinya potensi pelanggaran politik uang tetap akan ada. UU pemilu tidak cukup efektif mencegah politik uang. Kasus di Unima salah satu contoh. Meski barangnya jelas, tapi untuk membuktikannya amatlah sulit.

Kemudian Sepertinya bawaslu tidak akan mampu memantau semua pergerakan para caleg. Jumlah petugas pengawas tidak cukup luas sembarannya.

Mereka terbatas dari sisi tenaga. Sehingga peluang ini akan dimanfaatkan para caleg untuk menangkap momentum yang tepat. Semua caleg membuat target untuk harus menang.

Apalagi sebagian caleg sudah membuang banyak energi termasuk mengeluarkan dana yang cukup besar.

Ada yang menjual harga benda seperi rumah dan tanah serta ada yang telah menggadaikan rumah di bank. Semua modal itu untuk biaya pemenangan.

Bagi mereka tak ada istilah kalah. Berbagai modus bisa digunakan para caleg untuk bisa menang termasuk gerakan politik uang.

Perlu ada gerakan bersama baik Pemerintah atau pemimpin keagamaan untuk mempublikasikan ke masyarkat untuk tidak melayani caleg yang hanya bermodalkan sogokan untuk mendapatkan suara.

Bawaslu memfasilitasi laporan masyarakat jika ada caleg yang terindikasi melakukan politik uang. Pelaku politik uang adalah penjahat demokrasi.

Harunsya merka tidak pantas menjadi politisi apalagi tepilih menjadi caleg. Mereka tidak pantas untuk diteladani.

Para pelaku berpotensi memanfaatkan masa tenang untuk membagi bagikan uang. Bawaslu harus siaga. Masyarakat pemilih harus disadarkan bahwa suara masyarkat akan dibeli, dan kompensasinya caleg yg terpilih itu akan menggerogoti anggaran publik untuk kepentinhan pribadi.

Halaman
12
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved