Kisruh Sawit

Soal Sawit, Menko Ekonomi Nilai Eropa Keluarkan Peraturan Diskriminatif

Eropa menempatkan kelapa sawit sebagai komoditas berisiko tinggi terhadap perusakan hutan (deforestasi) atau indirect land-use change (ILUC).

Soal Sawit, Menko Ekonomi Nilai Eropa Keluarkan Peraturan Diskriminatif
AFP PHOTO / ADEK BERRY
Ilustrasi kelapa sawit 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Uni Eropa akan segera memberlakukan aturan Delegated Regulation yang merupakan turunan dari Renewable Energy Directive II (RED II). 

Aturan tersebut menempatkan kelapa sawit sebagai komoditas berisiko tinggi terhadap perusakan hutan (deforestasi) atau indirect land-use change (ILUC).

Sepulang dari lawatan diplomasi ke markas Uni Eropa di Brussel, Belgia, pada 8-9 April lalu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, menyimpulkan bahwa kebijakan diskriminatif terhadap minyak sawit mentah (CPO) tersebut akibat Uni Eropa merasa kalah saing dengan Indonesia dan negara penghasil sawit terbesar lainnya.

"Dalam pertemuan, kami menyampaikan bahwa ini adalah tindakan diskriminatif, double-standard, dan proteksionis.

"Dasar-dasar kriteria kebijakan itu sebetulnya tidak memuat secara memadai apa yang menjadi dampak dari kebijakan ini," tutur Darmin dalam pertemuan dengan pers di kantornya, Jumat (12/4/2019).

Telah diketahui, ujarnya, bahwa kelapa memiliki produktivitas yang jauh lebih tinggi sekitar 8 hingga 10 kali dibandingkan minyak nabati lain. 

Contohnya, seperti minyak kedelai (soybean oil), minyak rapeseed, dan minyak biji bunga matahari (sunflower oil).

"Jadi memang dari situ saja bisa dilihat, Uni Eropa memang merasa kalah bersaing.

"Mereka tidak menghasilkan kelapa sawit sehingga mencari-cari argumentasi untuk kemudian pada satu titik, menolkan penggunaan sawit pada biofuel," tandas Darmin.

Tambah lagi, persepsi kelapa sawit di kalangan masyarakat dan konsumen Eropa sudah sangat buruk akibat kampanye yang dilakukan sejak lama dan masif.

Halaman
12
Editor: Edi Sukasah
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved