Berat Badan Orang di Perkortaan Rata-rata Naik 0,15 Kilogram per Tahun, Ini Penyebabnya

Orang kota memiliki potensi yang lebih tinggi untuk obesitas. Celakanya, kerap kali obesitas itu dianggap wajar.

Berat Badan Orang di Perkortaan Rata-rata Naik 0,15 Kilogram per Tahun, Ini Penyebabnya
SHUTTERSTOCK
anak kegemukan obesitas timbangan berat badan ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Orang kota memiliki potensi yang lebih tinggi untuk obesitas. Celakanya, kerap kali obesitas itu dianggap wajar.

“Tiap satu tahun hidup di daerah urban, berat badan individu bertambah sekitar 0,15 kilogram,” jelas dr Dicky Levenus Tahapary SpPD, pembicara pada seminar “ Obesitas dan Diabetes”.

Banyaknya aplikasi yang memudahkan pemilihan, pemesanan, dan pengantaran makanan adalah salah satu sebab.

Sebab lain, orang kota lebih malas bergerak. Transportasi selalu mengandalkan kendaraan bermotor.

Selain itu, aktivitas fisik orang juga juga terbatas. Ruang terbuka minim baik untuk anak maupun dewasa. Ketika ada waktu luang, orang kota menghabiskan waktu untuk duduk.

Faktor terakhir yang tak disadari, kata Dicky, adalah tingkat stres tinggi masyarakat kota. Kesehatan mental menurun dan akhirnya berdampak pada metabolisme.

Kombinasi seluruh faktor tersebut menyebabkan ketidakseimbangan neraca energi, dimana kalori yang masuk lebih besar dibanding kalori yang terbuang.

Dr dr Aman B Pulungan yang juga dari UI mengatakan, obesitas juga terjadi lantaran manusia kurang bisa menyesuaikan porsi makan dengan kehidupan modernnya.

Penyimpanan lemak dalam tubuh sebenarnya berguna sebagai cadangan energi yang dapat digunakan di kala paceklik.

Namun di era modern seperti sekarang ini, angka kelaparan sangat rendah, serta persediaan makanan yang mudah didapat menjadikan melimpahnya cadangan lemak yang tidak digunakan tubuh.

"Kita mewarisi nafsu makan dari para pendahulu kita, yang selama ribuan tahun mengalami kelangkaan pangan sehingga terjadi seleksi gen untuk itu" papar Dr dr Aman B Pulungan, yang juga hadir sebagai pembicara.

Aman menjelaskan bahwa dahulu, simpanan lemak merupakan modal bertahan hidup, sehingga gen untuk nafsu makan tinggi bersifat menguntungkan.

Namun, dengan adanya kelebihan pangan selama satu abad terakhir, hal ini menjadi bumerang, terutama bagi masyarakat perkotaan dengan pilihan makanan yang melimpah serta akses yang mudah.

Kondisi ini dikenal dengan istilah "thrifty gene hypothesis".

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kota Bikin Gemuk. Setahun Tinggal di Kota, Berat Bertambah 0,15 Kg"

Editor: Edi Sukasah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved