News

Begini Kronologis Penemuan Mayat Hasan Yaitu ABK Kapal PT Timah Yang Terjatuh Beberapa Hari Lalu

"Berawal pada Hari Kamis Tanggal 11 April 2019, sekitar pukul 15.30 WIB telah terjadi kecelakaan yang melibatkan Kapal KKM Baracuda I dan KIP Permis,"

Begini Kronologis Penemuan Mayat Hasan Yaitu ABK Kapal PT Timah Yang Terjatuh Beberapa Hari Lalu
Istimewa
Pencarian Korban 

TRIBUNMANADO.CO.ID -- Jatuhnya Hasan (30), ABK Kapal Baracuda milik PT Timah menimbulkan duka mendalam bagi berbagai pihak. Sejumlah tim sudah berupaya melakukan pencarian, namun belum membuahkan hasil. Berikut penjelasan lanjutan mengenai kronologis kejadian berdasarkan versi Polres Bangka, Kamis (11/4/2019) malam.

"Berawal pada Hari Kamis Tanggal 11 April 2019, sekitar pukul 15.30 WIB telah terjadi kecelakaan yang melibatkan Kapal KKM Baracuda I dan KIP Permis," kata Kapolres Bangka AKBP Budi Arianto diwakili Kabag Ops Kompol S Sophian, Kamis (11/4/2019) malam melengkapi keterangan Wakapolres Bangka, Kompol Jimmy, sebelumnya.

Kecelakaan antar kedua kapal beda jenis ini mengakibatkan ABK Karyawan PT Timah di Kapal Baracuda mengalami luka, dan satu di antaranya jatuh ke laut dan menghilang, hingga Kamis (11/4/2019) malam belum ditemukan.
"Karyawan PT Timah, yaitu MH (Hasan), laki-laki usia 30 tahun dan Juru Mudi KKM Baracuda 1 yaitu SH (21) luka robek di tangan. Kecelakaan kapal ini terjadi di Perairan Laut Depan Pelabuhan Airkantung Sungailiat Bangka," jelas Sophian.

 Baca: BREAKING NEWS: ABK Kapal Barakuda Hasan Ditemukan Meninggal Dunia Pagi ini

Baca: BREAKING NEWS: Pertama Terlihat oleh ABK Kapal Isap Inti Samudera, Kronologi Jenazah Hasan Ditemukan

Berdasarkan info awal yang diterima pihak kepolisian lanjut Sophian, kejadian tersebut berawal saat KM Baracuda I akan merapat ke Kapal isap Pertambangan (KIP) Permis. Pada saat jarak antara kedua kapal sekitar 0,5 meter tiba-tiba KM Baracuda I melaju ke depan sehingga menabrak bagian depan sisi sebelah kanan KIP Permis.

"Di mana pada saat itu Saudara MH dan SH sedang berada di depan Kapal KM Baracuda I yang hendak merapat ke KIP Permis. Saat itu Saudara MH bermaksud naik ke KIP Permis sambil membawa berkas atau dokumen. Sedangkan Saksi Saudara SH bermaksud untuk melempar tali ke KIP Permis," kata Sophian.

Sementara itu kecelakan kapal ini. mengakibat Korban MH terjatuh ke laut masih dalam pencarian, Kamis (11/4/2019) malam. "Kondisi saksi atas nama SH mengalami luka robek di tangan. Sedangkan korban atas nama MH (Hasan) belum ditemukan dan masih dilakukan pencarian oleh Satpolair, Laskar Sekaban, Basarnas, PT. Timah dan masyarakat," ungkap Sophian.

Awalnya, informasi berkembang menyebutkan, Kapal Baracuda I milik PT Timah tenggelam. Namun informasi lain, menyebutkan, justru ABK yang tenggelam di Perairan Air Kantung Sungailiat Bangka. Sebelum turun ke lapangan melakukan pengecekan, bangkapos.com lebih dulu menggali informasi awal.

Kapolres Bangka AKBP Budi Arianto diwakili Kasat Polair AKP Elpiadi, Kamis (11/4/2019) petang, mengaku bakal kembali turun ke laut terkait kabar ini. Namun karena buru-buru, Kasat tak dapat memberikan keterangan. "Nanti saya kasih data lebih lanjut, kita lagi buru-buru mau turun lagi ke laut," katanya.

Baca: BREAKING NEWS: Jenazah ABK Kapal Baracuda Hasan Lansung Dibawa ke RSBT Pangkalpinang

Sementara itu, ketika bangkapos.com mengecek langsung ke Dermaga Air Kantung Sungailiat, sejumlah karyawan PT Timah, termasuk Karawang PT DAk, anak perusahaan, ramai berkumpul. Mereka tampak sedih karena rekan seprofesi mereka hilang di laut. Menurut seorang karyawan yang enggan disebutkan namanya, kejadian bermula saat karyawan PT Timah menggunakan Kapal Baracuda I dari Dermaga Airkantung menuju ke tengah laut.

"Waktu itu mau antar surat ke salah satu kapal isap (KIP) di tengah laut. Tapi saat Kapal Baracuda mau merapat ke kapal isap, malah terkena musibah. Entah bagaimana pastinya, yang jelas kabarnya Kapal Baracuda membentur Kapal Isap sehingga tangan seorang ABK terjepit dan patah. Sedangkan satu ABK lainnya, jatuh ke laut dan menghilang," jelas karyawan tersebut.

Kapolres Bangka AKBP Budi Arianto diwakili Wakapolres Kompol Jimmy ditemui di Dermaga Airkantung Sungailiat, Kamis (11/4/2019) menjelang malam, mengakui adanya insiden ini. Setelah menerima laporan, tim kepolisian langsung diturunkan ke lokasi kejadian. "Anggota kita sudah merapat ke TKP (lokasi kejadian) bersama Laskar Sekaban dan PT Timah juga melakukan pencarian korban yang tenggelam." kata wakapolres.

Namun upaya pencarian selama beberapa jam di tengah laut, Perairan Nangnung Sungailiat, belum membuahkan hasil. Korban, ABK Kapal Baracuda PT Timah I yang tengelam tak kunjung ditemukan. Sementara ABK yang patah tangan sudah dievakuasi ke rumah sakit di Sungailiat. "Sampai hari ini (Kamis Malam) belum ditemukan (korban tengelam). Pencarian masih terus dilakukan," kata wakapolres.

Direktur PT timah Tbk diwakili Humas Perusahan, Anggi Siahaan mengatakan pihaknya terus melakukan proses pencarian terhadap ABK yang tenggelam. "Mohon doanya. Pencarian akan terus dilakukan, sebagai informasi kita juga sudah berkoordinasi dengan inspektur tambang terkait peristiwa ini sesuai dengan prosesur.
Tentu musibah ini adalah hal yang tidak kita kehendaki. InsyaAllah kita akan tetap maksimalkan proses pencarian," kata Anggi .

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com
http://bangka.tribunnews.com/2019/04/11/begini-kronologis-jatuhnya-abk-kapal-baracuda-milik-pt-timah-korban-belum-ditemukan.

Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved