PT Pindad Siap Pasarkan Tank Harimau ke Negara ASEAN dan Asia Selatan

Untuk pemasaran di dalam negeri, Tank Harimau akan menjawab kebutuhan Kementerian Pertahanan

PT Pindad Siap Pasarkan Tank Harimau ke Negara ASEAN dan Asia Selatan
ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
ilustrasi: Medium Tank hasil pengembangan bersama antara PT. Pindad 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BANDUNG – PT Pindad memasarkan produk terbarunya medium tank yang disebut tank harimau. Caranya dengan mengikuti tender di salah satu negara ASEAN dan Asia Selatan.

“Pemesanan dari luar negeri, sedang tender Tank Harimau. ASEAN 44 unit. Asia Selatan 120 unit,” ujar Direktur Bisnis Produk Pertahanan Keamanan PT Pindad, Widjajanto, di Jalan Terusan Gatot Subroto, Bandung, seperti dilansir kompas.com, Jumat (12/4/2019).

Widjajanto mengatakan, medium tank merupakan proyek kerja sama dua negara yakni Indonesia yang diwakili Pindad dan Turki, yang diwakili FNSS.

Karena itu, Pindad maupun FNSS berhak memproduksi dan memasarkan medium tank yang diklaim pertama di dunia ini. Pindad akan memasarkan di daerah Asia dan sekitarnya. Sedangkan FNSS akan memasarkan di Eropa dan sekitarnya.

Untuk pemasaran di dalam negeri, Tank Harimau akan menjawab kebutuhan Kementerian Pertahanan. Tahun ini, Pindad dan Kemenhan menandatangani kontrak Tank Harimau senilai 135 juta dollar AS, 8x8 cobra senilai 82 juta dollar AS, serta kontrak regular senjata ringan dan amunisi senilai Rp 500 miliar.

Tank harimau dan 8x8 cobra ini ditargetkan selesai dalam tiga tahun. Jumlah unitnya masih dalam perbicangan, estimasinya 18-20 unit.

“Tapi tergantung, semakin banyak fitur senjata yang diminta, akan semakin mahal harganya,” imbuh dia.

Untuk bahan baku, Widjajanto mengatakan, jika dihitung dari rancang desain, produk lokalnya sangat tinggi. Namun, jika dihitung bahan mentah material, baru di kisaran 60-70 persen.

Misalnya, baja militer, masih impor. Sebab, volume pesanan baja militer masih rendah sehingga tidak memenuhi nilai ekonomis investasi baja militer di Indonesia. (*)

Editor: Charles Komaling
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved