Kriminal

Klarifikasi Polisi tentang Video Boomerang Pelaku Pengeroyokan AU Siswi SMP di Kantor Polisi

Di media sosial beredar foto yang berasal dari tankap layar video boomerang terduga pelaku pengeroyokan Audrey.

Klarifikasi Polisi tentang Video Boomerang Pelaku Pengeroyokan AU Siswi SMP di Kantor Polisi
internet
suherman-meninggal-di-sumur

TRIBUNMANADO.CO.ID - Salah satu yang mencuri perhatian dari kasus Audrey (15), Siswi SMPN 17 Pontianak yang dikeryorok oleh 12 murid SMA adalah aksi terduga pelaku saat menjalani pemeriksaan.

Di media sosial beredar foto yang berasal dari tankap layar video boomerang terduga pelaku pengeroyokan Audrey.

Foto tersebut viral lantaran para terduga pelaku seolah tak merasa bersalah atas tindakkan yang telah mereka perbuat.

Terlebih video tersebut mereka ambil saat berada di kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Dalam video tampak tiga terduga pelaku bergaya narsis di depan kamera.

Selain itu tampak seorang polisi berdiri di belakang ketiha terduga pelaku.

Kapolsek Pontianak Selatan Kompol Anton Satriadi membenarkan kejadian di balik video pendek itu.

Namun, menurut dia, momen tersebut diambil saat ketiganya berada di ruang lobi Mapolsek Pontianak Selatan, Jumat (5/4/2019).

Saat itu, ketiganya sedang menunggu pemeriksaan penyidik.

Baca: (VIDEO): Penjelasan Kepolisian Soal Kronologi Penganiayaan Siswi SMP Pontianak

Baca: (VIDEO): Penjelasan Kepolisian Soal Kronologi Penganiayaan Siswi SMP Pontianak


"Sebelum pemeriksaan, mereka saat itu disuruh menunggu di lobi Mapolsek," kata Anton kepada Kompas.com, Rabu (10/4/2019).

Terkait munculnya salah seorang anggota di video tersebiut, Anton menjelaskan bahwa posisi lobi tersebut memang berada di ruang penjagaan anggota.

Saat itu, anggota polisi tersebut juga sudah berusaha berdiri dan menghindar agar tidak masuk ke dalam frame video.

"Tapi sepertinya sudah tidak sempat lagi untuk menghindar," ucapnya.

Selanjutnya, setelah pemeriksaan, kepolisian menggelar mediasi yang melibatkan pihak keluarga terduga pelaku dan pihak keluarga korban.

"Namun dalam mediasi tersebut tidak ada titik temu atau kesepakatan dari kedua belah pihak," tuturnya.

Sebelumnya, seorang siswi SMPN 17 Pontianak dikeryorok oleh 12 murid SMA karena masalah asmara.

AU (15) dianiaya di di Jalan Sulawesi dan Taman Akcaya, Pontianak, Kalimantan Barat pada Jumat (29/3/2019).

Wakil Ketua KPPAD Tumbur Manalu mengatakan penganiayaan terjadi berawal mereka saling komentar di media sosial terkait asmara.

"Permasalahan awal karena masalah cowok. Menurut info, kakak sepupu korban merupakan mantan pacar dari pelaku penganiayaan ini," ujarnya.

Awalnya, korban dijemput oleh pelaku dengan alasan ada yang ingiin disampaikan dan diajak ke Jalan Sulawesi.

"Ketika dibawa ke Jalan Sulawesi korban diinterogasi dan dianiaya secara brutal oleh pelaku utama tiga orang dan rekannya yang membantu ada 9 orang sehingga total ada 12 orang," ujarnya.

Baca: Jokowi Soal Kasus Siswi SMP Pontianak: Saya Minta Kapolri Bertindak Tegas Menangani Kasus Ini

Tak hanya di Jalan Sulawesi, korban juga disiksa di Taman Akcaya.

Korban baru berani cerita ke orangtua terkait kasus itu hingga dilaporkan ke Polsek Pontianak Selatan pada Jumat (5/4/2019).

AU mengalami trauma di tengkorak, kepala, serta dada dan trauma psikologis karena kasus penganiayaan tersebut.

Saat ini kasus penganiayaan terhadap Audrey tengah ditangani pihak Polresta Pontianak.

Artikel Sebelumnya: https://video.tribunnews.com/view/79287/klarifikasi-polisi-soal-video-boomerang-terduga-pelaku-pengeroyokan-audrey-di-kantor-polisi?_ga=2.77571477.1828381278.1554940141-1098838936.1540974035

Editor: Gryfid Talumedun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved