Hakim Adhoc Tipikor Didakwa Terima Suap 150 Ribu Dolar Singapura

Pemberian uang disinyalir agar mempengaruhi Merry membuat putusan perkara tindak pidana korupsi.

Hakim Adhoc Tipikor Didakwa Terima Suap 150 Ribu Dolar Singapura
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi 

TRIBUNAMANDO.CO.ID - Hakim adhoc di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Merry Purba, didakwa menerima suap SGD 150.000.

Uang tersebut dari panitera penganti Pengadilan Negeri (PN) Medan, Helpandi.

Pemberian uang disinyalir agar mempengaruhi Merry membuat putusan perkara tindak pidana korupsi No perkara 33/pid.sus/TPK/2018/PN.Mdn.

Terdakwa pada kasus tersebut adalah Tamin Sukardi. Kasus ini ditangani Pengadilan Tipikor pada PN Medan.

Pada saat memberikan keterangan sebagai terdakwa di persidangan Kamis (11/4/2019), Merry Purba mengungkapkan keputusan menyatakan dissenting opinion (DO) terkait putusan Tamin Sukardi sesuai dengan fakta-fakta di persidangan.

Selama persidangan, kata dia, perbuatan terdakwa tidak terbukti melakukan korupsi lahan bebas hak guna usaha (HGU) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II.

"Itu murni pendapat saya berdasarkan hati nurani. Saya menilai, selama sidang perbuatan terdakwa tidak terbukti murni.

"Saya tidak mau menghukum orang yang menurut keyakinan saya tidak terbukti," kata Merry di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Dia menjelaskan, Tamin Sukardi tidak melakukan pengalihan lahan milik negara.

Pendapat ini berbeda dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di mana Tamin disebut menjual 74 hektare dari 162 hektare tanah negara bekas HGU PTPN II kepada PT Agung Cemara Reakty sebesar Rp 236, 2 miliar dan baru dibayar Rp 132,4 miliar.

Halaman
12
Editor: Edi Sukasah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved