Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Siswi SMP Dikeroyok Geng Siswi SMA Pontianak: Video Boomerang hingga Tak Ada Kekerasan Organ Intim

Wali Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Edi Rusdi Kamtono, membebaskan biaya perawatan dan pengobatan terhadap AD (14),

Editor: Aldi Ponge
google
audrey 56749061_101572993084 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Wali Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Edi Rusdi Kamtono, membebaskan biaya perawatan dan pengobatan terhadap AD (14), siswi SMP korban pengeroyokan oleh sejumlah siswi SMA di Pontianak.

Edi juga memastikan, pihaknya akan memantau setiap proses penanganan perkara terhadap siswi yang kini masih dirawat di Rumah Sakit Pro Medika Pontianak itu.

"Kami memonitor kondisi yang bersangkutan dengan memberikan pendampingan agar cepat pulih. Terutama masalah traumatiknya. Dan kita akan membebaskan biaya rumah sakitnya," kata Edi, Rabu (10/4/2019).

Pemkot juga akan mengambil langkah konkret dengan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk menggali sebanyak-banyaknya informasi terkait kondisi mereka pasca-kejadian di sekolahnya masing-masing.

"Supaya tidak terulang lagi, kami akan terus memantau dan melakukan upaya-upaya mengedukasi, baik orangtua, dunia pendidikan dan lingkungan," ucapnya.

Menurut Edi, sekolah di Kota Pontianak sebelumnya sudah menerapkan pendidikan karakter. Namun terlepas dari itu, kejadian ini berada di luar sekolah.

"Kami juga sedang mendalami seperti apa kronologis sebenarnya. Pemerintah tetap mengupayakan Kota Pontianak menajdi kota layak anak," ujarnya.

Viral Video Boomerang
Video Boomerang dari Instagram yang memperlihatkan ketiga terduga pelaku pengeroyokan siswi SMP di KotaPontianak, Kalimantan Barat, sedang berpose santai di depan polisi beredar luas di media sosial dan jejaring sosial.

Kapolsek Pontianak Selatan Kompol Anton Satriadi membenarkan kejadian di balik video pendek itu.

Namun, menurut dia, momen tersebut diambil saat ketiganya berada di ruang lobi Mapolsek Pontianak Selatan, Jumat (5/4/2019). Saat itu, ketiganya sedang menunggu pemeriksaan penyidik.

"Sebelum pemeriksaan, mereka saat itu disuruh menunggu di lobi Mapolsek," kata Anton 

Terkait munculnya salah seorang anggota di video tersebiut, Anton menjelaskan bahwa posisi lobi tersebut memang berada di ruang penjagaan anggota. Saat itu, anggota polisi tersebut juga sudah berusaha berdiri dan menghindar agar tidak masuk ke dalam frame video.

"Tapi sepertinya sudah tidak sempat lagi untuk menghindar," ucapnya.

Tak Ada Kekerasan pada Organ Vital

Polisi menyatakan, siswi SMP AD (14) yang menjadi korban pengeroyokan 12 siswi SMA tidak mengalami kekerasan di bagian alat vitalnya.

Hal tersebut disimpulkan berdasarkan pengakuan korban, setelah penyidik menemui korban di Rumah Sakit Mitra Medika Pontianak, Selasa (9/4/2019) malam.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Husni Ramli mengatakan, saat kejadian, korban menggunakan celana panjang berjenis kulot, jadi tidak dimungkinkan terjadi kekerasan secara langsung pada organ vital korban.

"Tidak ada colok (organ vital). Karena korban pakai celana panjang kulot," kata Husni, kepada Kompas.com, Selasa (9/4/2019) malam.

Kedatangan penyidik tersebut juga bertujuan mengambil keterangan korban untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Husni menerangkan, saat ini kondisi korban sudah mulai membaik dan sedang dalam proses penyembuhan.

"Sudah membaik kondisinya. Semoga segera pulih, sehingga jika diperlukan bisa langsung dimintai keterangan," ucap dia.

Hanya 3 Orang, Bukan 12 Pelaku

Polisi menyebutkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan sementara, terduga pelaku yang terindikasi mengeroyok siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Pontianak, Kalimantan Barat, berjumlah tiga orang.

Bukan 12 orang seperti yang disebutkan sebelumnya.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Husni Ramli mengatakan, ketiga terduga pelaku merupakan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Pontianak.

"Sejauh ini yang terduga pelaku berjumlah tiga orang bukan 12 orang seperti yang beredar," ucapnya dalam pers rilis di Mapolresta Pontianak, Selasa (9/4/2019).

Sementara itu, lanjut dia, penyidik akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga terduga pelaku pengeroyokan. Saat ini, polisi masih fokus memeriksa saksi-saksi.

"Terduga pelaku masih belum diperiksa karena masih akan mendengar keterangan saksi saksi," kata Husni.

Kepolisian juga saat ini masih menunggu hasil rekam medis korban dari Rumah Sakit Mitra Media Pontianak untuk keperluan penyidikan. Kepolisian juga belum meminta keterangan korban karena masih menjalani rawat inap.

Menurut dia, hasil visum yang sebelumnya telah dilakukan tidak menunjukkan ada luka sebab dilakukan satu pekan pasca-kejadian.

"Masih koordinasi sama rumah sakit, kapan rekam medisnya bisa keluar," ucapnya.

Menurut Husni, pihaknya baru menerima laporan resmi pada Senin (8/4/2019). Sebelumnya, perkara ini ditangani Polsek Pontianak Selatan.

TAUTAN AWAL dan TAUTAN AWAL 2 dan TAUTAN AWAL 3

Follow juga akun instagram tribunmanado

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube tribunmanadoTV

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved