Siswa SMP Korban Penganiayaan, Dapat Pendampingan Hukum dari Pemerintah Pontianak

Pemerintah Kota Pontianak memberikan pendampingan terhadap korban penganiayaan yang dialami oleh seorang pelajar SMP berinisial AU (14)

Siswa SMP Korban Penganiayaan, Dapat Pendampingan Hukum dari Pemerintah Pontianak
Screenshot Video
VIDEO Audrey Siswi SMP Disiksa 12 Siswi SMA, Organ Intim Dilukai hingga Para Artis Bersuara 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Kota Pontianak memberikan pendampingan terhadap korban penganiayaan yang dialami oleh seorang pelajar SMP berinisial AU (14) yang merupakan pelajar SMP 17 Pontianak oleh 12 pelajar SMA dengan tiga aktor utama.

Perihal pendampingan tersebut disampaikan langsung Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Pontianak, Darmanelly.

"Kita berikan pendampingan sesuai kebutuhan anak tersebut," ucap Darmanelly saat diwawancarai setelah melakukan penjengukan terhadap korban.

Baca: 8 Fakta Terbaru Siswi SMP Dikeroyok Siswi SMA: Kronologi, Jumlah Pelaku hingga Kondisi Organ Vital

Kasus ini memang mendapat perhatian nasional, karena langsung datang pihak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang langsung menjenguk dimana korban dirawat intensif.

"Tadi saya bersama pihak Kementerian PPPA RI dan Pak Kapolda menjenguk langsung," ujarnya.

Darmanelly juga menjelaskan bahwa yang bersangkutan tak bisa ditanya, terlebih masalah kebenaran apakah mendapatkan perlakuan tidak senonoh pada bagian vitalnya.

"Tapi tak bisa nanya dan dia bilang jangan tanya itu (perlakuan tak senonoh pada alat vital) lagi ya," ucap Darmanelly menirukan jawaban AU.

Baca: Keluarga Pelaku Pengeroyokan Siswi SMP Mengadu ke KPPAD: Alami Tekanan dan Diancam Dibunuh

Baca: Kasus Audrey, Hotman Paris Pertanyakan Sikap Polisi: Kenapa 12 Orang Pelaku Bisa Bebas Begitu Saja?

Setelah melakukan pemantauan langsung dan melakukan pembicaraan dengan korban, mental AU sudah berangsur membaik.

Hal itu dilihat dari motivasinya dan masih mempunyai cita-cita terhadap masa depannya.

"Jadi tadi dia cuma bilang waktu ketemu psikolog punya cita-cita mau jadi psikolog juga," katanya.

"Setelah ketemu Pak Kapolda mau jadi psikolog polisi. Lalu datang dokter dari kepolisian berubah mau jadi dokter. Menurut psikolog itu pertanda baik karena beliau masih punya cita-cita," pungkasnya.

TONTON JUGA:

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Kunjungi Siswi SMP Korban Pengeroyokan, Pemkot Pontianak Pastikan Dampingi Korban

Editor: Rhendi Umar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved