Sinar Api Nampak di Puncak Kawah Karangetang

Sinar api nampak di puncak kawah utama dan kawah dua gunung Karangetang, Rabu (10/4/2019).

Sinar Api Nampak di Puncak Kawah Karangetang
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Gunung api Karangetang 

Sinar Api Nampak di Puncak Kawah Karangetang

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID,SITARO- Sinar api nampak di puncak kawah utama dan kawah dua gunung Karangetang, Rabu (10/4/2019).

Sinar api tersebut nampak sekitar pukul 04.00 WITA subuh."Tingginya sekitar 25 meter," ujar Didi Wahyudi petugas pos PGA Karangetang.

Selain itu, asap kawah bertekanan lemah juga teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 100 meter di atas puncak kawah dan asap kawah dua putih sedang-tebal, tinggi sekitar 150 meter.

Untuk catatan kegempaan terjadi empat kali hembusan dengan amplitudo amplitudo 3-5 mm, durasi 10-12 detik, hybrid dua kali dengan amplitudo 7-8 mm, S-P : 0 detik, durasi 15-20 detik, vulkanik dangkal enam kali dengan amplitudo 3-7 mm, durasi 4-5 detik, tektonik jauh tiga kali, amplitudo 4-14 mm, S-P : 15 detik, durasi 40-50 detik, dan microtremor terekam dengan amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm).

"Kalau untuk status gunung tetap pada level III atau siaga," jelasnya.

Baca: VIDEO Live Streaming Singapore Open 2019 (10/4/2019): Ada 17 Wakil Indonesia, Tonton 5 Link di Sini

Sedangkan rekomendasi PVMBG Bandung pun belum berubah, warga masih tetap yaitu dilarang mendekati,  melakukan pendakian atau beraktivitas di dalam zona bahaya yaitu radius 2.5 km dari puncak kawah dua (Kawah Utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat-Baratlaut sejauh 3 km dan ke arah Baratlaut-Utara sejauh 4 km.

Warga yang berada di area Baratlaut-Utara dari Kawah Dua, di antaranya Kampung Niambangeng, Beba dan Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran gunung Karangetang yaitu di luar zona bahaya.

Baca: VIRAL: Kasus Pengeroyokan Siswi SMP, Artis hingga Selebgram Angkat Suara

Masyarakat tetap dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai. (amg)

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved