Korupsi

Penjelasan Juru Bicara PN Manado Mengenai Salinan Putusan Praper Kasus Korupsi Pemecah Ombak Minut

Terkait salinan putusan praperadilan dugaan kasus korupsi pemecah ombak oknum Bupati VAP

Penjelasan Juru Bicara PN Manado Mengenai Salinan Putusan Praper Kasus Korupsi Pemecah Ombak Minut
tribunmanado.co.id/Jufry Mantak
Jubir PN Manado, Vincentius Banar 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Terkait salinan putusan praperadilan dugaan kasus korupsi pemecah ombak oknum Bupati VAP, Juru Bicara Pengadilan Negeri (PN) Manado Vincentius Banar mengatakan, saat ini pihak PN Manado dalam proses merampungkan berkasnya. 

"Semuanya butuh waktu, bukan hanya langsung selesai. Pasti masih dipersediakan beberapa berkas lain, dan masih dicek lagi, belum langsung di keluar, agar tidak ada yang salah," terang Banar saat ditemui wartawan tribunmanado.co.id, di ruang kerjanya, Rabu (10/4/2019).

"Intinya itu semua butuh waktu, dan kemungkinan sampai beberapa hari baru selesai," tambahnya.

Sementara itu, LSM Inakor melalui kuasa hukumnya yakni Advokat Franky Weku mengatakan, pihak mereka telah mengajukan surat permohonan ke pengadilan negeri manado, Rabu (10/4/2019) tadi, agar proses salinan putusan berjalan secepatnya. 

Hal itu diungkapkan Advokat Franky Weku selaku kuasa hukum LSM INAKOR saat ditemui wartawan tribunmanado.co.id, Rabu (10/4/2019) tadi. 

"Memang sudah menjadi ketentuan, kami harus membuat surat permohonan agar proses salinan putusan cepat berproses. Dan hari ini saya sudah memasukan surat permohonan tersebut ke pengadilan Negeri Manado," ujarnya.

Diketahui, Majelis hakim Imanuel Barru, telah mengabulkan permohonan gugatan praperadilan LSM Independen Nasionalis Anti Korupsi (INAKOR) Sulut mengenai kepastian hukum terkait kelanjutan proses penyidikan keterlibatan oknu Bupati Minahasa Utara (Minut) VAP alias Vonny, dalam kasus pemecah ombak Likupang dengan kerugian negara sebesar Rp 8,8 miliar lebih, saat sidang praperadilan di gedung Pengadilan Negeri Manado, Senin (8/4/2019) lalu.

Diketahui, LSM INAKOR Sulut selaku pemohon melalui tim Kuasa Hukumnya, masing-masing Advokat Franky Weku, Advokat Victor C Kalele, Advokat Grandly Manoppo, Advokat Dedy L Tulung, Advokat Maulud Buchari, Advokat Mansyur B Kantoli dan Advokat Robert L Weku, telah membacakan materi permohonan praper atas sikap Kejaksaan Tinggi Sulut (termohon I) dan Kejaksaan Negeri Airmadidi (termohon II) dalam penanganan perkembangan kasus tersebut.

Di hadapan Hakim Praper Imanuel Barru, tim Kuasa Hukum LSM INAKOR Sulut juga menguraikan bahwa penanganan perkembangan kasus korupsi pemecah ombak Minut terkesan mandek, pasca sidang berkas perkara dr Rosa Marina Tidajoh, Steven Hendrik Solang, Robby Maukar serta Junjungan Tambunan dituntaskan Pengadilan Negeri Manado dan Pengadilan Tinggi Manado.

Berdasarkan tuntutan tersebut, mejelis hakim membacakan surat keterangan bahwa proses penyidikan kasus pemecah ombak dilanjutkan.

Sementara itu Rolly Wenas selaku Ketua LSM INAKOR Sulut, mengatakan terima kasih buat majelis hakim yang sudah mengkabulkan permohonan kami untuk melanjutkan penyelidikan kasus pemecah ombak ini.

"Kami atas nama masyarakat Sulawesi Utara sangat mengapresiasi kinerja pengadilan negeri manado dan semoga selalu diberkati dan terus bersama-sama bersemangat bersama LSM dalam memberantas korupsi," ungkapnya. (tribunmanado.co.id/Jufry Mantak)

Penulis: Jufry Mantak
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved