Kasus Lakalantas, Keluarga Korban Pertanyakan Tuntutan Jaksa di Kotamobagu

Penuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotamobagu dipertanyakan keluarga korban satu kasus kecelakaan lalu lintas.

Kasus Lakalantas, Keluarga Korban Pertanyakan Tuntutan Jaksa di Kotamobagu
NET
Ilustrasi

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU- Penuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotamobagu dipertanyakan keluarga korban satu kasus kecelakaan lalu lintas.

Keluarga korban sangat menyayangkan tuntutan JPU yang menurut mereka tidak sesuai.

Kecelakaan terjadi pada 18 November 2018 sekitar Pukul 20.00 Wita di Jalan Trans Sulawesi Desa Poigar Satu Kecamatan Poigar.

Sepeda motor Honda CBR yang dikendarai oleh Anjas Paputungan, menabrak pejalan kaki atas nama Haruna Lupoyo.

Korban sempat dirawat di RSUP Kandow Malalayang Manado selama satu minggu mengalami koma kemudian korban meninggal dunia pada 27 November 2018. Saat ini kasus ini sudah pada tahap persidangan.

Salman Mokoginta yang mengaku kerabat dekat korban mengeluhkan tuntutan JPU, dimana hanya menuntut terdakwa satu tahun 6 bulan.

Padahal menurut Salman dalam Ayat 4 Pasal 310 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dalam hal kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat
(3) yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia,
dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam)
tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000,00
(dua belas juta rupiah)

"Atas dasar apa sehingga jaksa penuntut hanya menuntut terdakwa satu tahun enam bulan. Sementara tidak ada faktor-faktor yang meringankan tersangka, karena sejak kejadian kecelakaan pihak keluarga terdakwa tidak pernah menjenguk korban di rumah sakit sampai korban meninggal dunia. Pihak keluarga terdakwa tidak menghadiri proses pemakaman bahkan sampai saat ini mereka tidak penah datang dan ketemu dengan orang tua korban, apalagi membuat perdamaian," ujar dia.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotamobagu Zulkarnaen Perdana M SH kepada Tribunmanado.co.id mengatakan tuntutan tersebut diberikan karena pertimbangan alasan-alasan meringankan.

"Untuk itu juga tadi keluarga korban sudah menemui jaksa yang menangani kasus tersebut," ujar dia.
Suhendro G Kusuma SH Jaksa yang menangani kasus tersebut mengatakan ada beberapa pertimbangan yang dilakukan sebelum memberikan tuntutan.

"Selain tersangka telah melakukan berbagai usaha untuk perdamaian, kami juga melihat bahwa ini adalah kecelakaan. Dimana baik pengendara dan pejalan kaki juga lalai. Pengendara tidak memperhatikan saat berkendara dan pejalan kaki juga tidak memperhatikan saat menyeberang," ujar dia.

Suhendro juga mengatakan dari riwayat kasus lakalantas yang sama tuntutan kali ini yang paling tinggi. "Sebelumnya ada yang satu tahun empat bulan," ujar dia. (dik)

Berita Populer: Viral Video Pelajar SMA Goyang di Atas Mobil, Diduga Terjadi di Manado dan Baru Usai Ujian Nasional

Penulis: Handhika Dawangi
Editor:
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved