Dianggap Tokoh Invasi Ekonomi, Media Korsel Kritik Gambar Tokoh di Uang Kertas Baru Jepang

Sejumlah media Korea Selatan, mengkritik keputusan Jepang terkait penggunaan profil tokoh dalam uang kertas nominal 10.000 yen yang baru.

Dianggap Tokoh Invasi Ekonomi, Media Korsel Kritik Gambar Tokoh di Uang Kertas Baru Jepang
Asahi
Uang kertas nominal 10.000 yen baru menampilkan tokoh Eiichi Shibusawa yang dikenal sebagai seorang industrialis. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Desain uang kertas baru Jepang mendapat protes dari media Korea Selatan.

Pemerintah Jepang baru saja memperkenalkan tiga pecahan uang kertas dengan desain baru yang akan mulai diedarkan pada 2024 mendatang.

Uang kertas baru tersebut adalah untuk nominal 10.000 yen, 5.000 yen, dan 1.000 yen.

Selain menggunakan desain baru, ketiga uang kertas tersebut menggunakan teknologi gambar hologram tiga dimensi yang canggih untuk menyulitkan pemalsuan.

Namun ternyata desain uang kertas baru milik Jepang itu mendapat kritikan dari negara tetangganya, Korea Selatan.

Baca: Canggih, Uang Kertas Yen Akan Gunakan Hologram, Bisa Memutar dari Dua Sisi

Dilansir Japan Today, sejumlah media Korea Selatan, mengkritik keputusan Jepang terkait penggunaan profil tokoh dalam uang kertas nominal 10.000 yen yang baru.

Pemerintah Jepang, pada Selasa (9/4/2019), mengumumkan bahwa mereka mendesain ulang uang kertasnya dengan menampilkan tokoh-tokoh sejarah modern yang terkenal.

Dan untuk uang kertas nominal 10.000 yen, tokoh yang ditampilkan adalah Eiichi Shibusawa, yang dikenal sebagai seorang industrialis.

Bagi masyarakat Jepang, Shibusawa (1840-1931) secara luas dikenal sebagai "bapak kapitalisme Jepang" yang berperan dalam perkembangan perekonomian negara itu pada awal abad ke-20.

Namun bagi Korea Selatan, Shibusawa dipandang sebagai tokoh kekaisaran Jepang yang menjarah aset kekayaan negara tetangganya itu.

Shibusawa merupakan pendiri Bank Dai-Ichi, yang kini menjadi Bank Mizuho, di awal 1900-an, di mana saat itu Jepang mencaplok wilayah Korea.

Harian Dong-a Ilbo menuliskan dalam artikelnya, bahwa sulit memisahkan Shibusawa dengan invasi ekonomi Jepang di Korea, oleh perusahaan yang didirikannya.

Surat kabar Hankyoreh, menyebut Shibusawa sebagai orang yang telah mengambil keuntungan dari ekonomi Korea melalui Bank Dai-Ichi, yang mulai beroperasi di wilayah Semenanjung Korea pada 1878.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Media Korea Selatan Kritik Desain Uang Kertas Baru Jepang"

Editor: Edi Sukasah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved