Bank Indonesia Tutup saat Pemilu

Bank Indonesia menutup kegiatan operasional pada Rabu (17/4) bertepatan dengan pelaksanaan Pemilihan Umum dan pemilihan presiden 2019.

Bank Indonesia Tutup saat Pemilu
ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Nicklas Hanoatubun/wsj/2018
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo berbincang dengan anggota delegasi peserta acara Seminar Bank Internasional yang merupakan rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Group Bank 2018 di Bali Internasional Conventioan Center, Nusa Dua, Bali, Minggu (14/10). Dalam sambutannya Perry Warjiyo mengajak peserta pertemuan tahunan untuk menikmati keindahan Bali sebelum kembali ke negaranya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Bank Indonesia menutup kegiatan operasional pada Rabu (17/4) bertepatan dengan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) dan pemilihan presiden 2019. Dalam keterangan tertulisnya, BI menyatakan ditutupnya kegiatan operasional mengacu pada Keputusan Presiden Rapublik Indonesia Nomor 10 tahun 2019 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum Tahun 2019 sebagai Hari Libur Nasional.

"Bank Indonesia mendukung pelaksanaan Pemilihan Umum Tahun 2019 dengan menutup kegiatan operasional pada hari Rabu, 17 April 2019," ujar BI dalam keterangan di laman resminya, Selasa (9/4).

BI mengatakan, penetapan tersebut dilakukan untuk memberi kesempatan pada pihak terkait dan pegawai BI untuk menggunakan hak pilihnya. Adapun kegiatan operiasonal BI akan kembali berjalan normal setelah pelaksanaan Pemilu pada Kamis, (18/4).

"Penetapan tersebut dilakukan guna memberi kesempatan pihak terkait dan pegawai Bank Indonesia untuk menggunakan hak pilihnya. Kegiatan operasional Bank Indonesia akan kembali berjalan normal pada hari Kamis, 18 April 2019," ujar BI.

Millenial dan Bank

Rupanya, anak milenial atau boleh dibilang anak zaman now, tak perlu datang ke bank untuk memulai menabung. "Sekarang, anak milenial bisa mendaftar menabung melalui video," kata Direktur Urusan Perbankan Syariah Bank Danamon Herry Hykmanto saat perhelatan Expo Perbankan Syariah di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Ihwal tak perlu datang ke bank tersebut kata Herry, bisa dilihat dari pertanyaan pertama generasi milenial alias generasi yang kini berusia 25-39 tahun itu saat disodori produk perbankan.

"Pertanyaan pertama, 'ada e-banking-nya enggak?' atau 'ada mobile banking-nya enggak?'" kata Herry.

Lantaran itulah, perbankan, termasuk syariah, berupaya mengikuti perkembangan digital dalam pelayanan. "Kita harus menyesuaikan," kata penyuka fotografi digital ini Kemudian, Herry memberikan contoh.

"Akhir tahun ini kami siapkan layanan video bagi calon nasabah yang mau mendaftar tabungan haji," ujarnya.

Lebih lanjut, Herry menerangkan bahwa Danamon Syariah sudah mengajak remaja mulai usia 12 tahun mendaftar digital untuk tabungan haji. "Mendaftarnya tidak perlu datang ke bank," tuturnya.

Kendati demikian, lanjut Herry, nasabah tabungan haji wajib datang ke bank pada akhir masa cicilan tabungan haji. "Untuk mengurus ibadah haji pun, tetap ada kewajiban datang ke kantor Kemenag (Kementrian Agama)," ujarnya. (kompas.com)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved