Sedikitnya 1.200 Jadi Korban, Polisi Bongkar Perdagangan Orang ke Luar Negeri

Sedikitnya 1.200 orang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan jaringan ke Maroko, Suriah, Arab Saudi, dan Turki.

Sedikitnya 1.200 Jadi Korban, Polisi Bongkar Perdagangan Orang ke Luar Negeri
kompas.com
Direktur Tipidum Bareskrim Mabes Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak saat konferensi pers di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/4/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sedikitnya 1.200 orang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan jaringan ke Maroko, Suriah, Arab Saudi, dan Turki.

Para korban dijanjikan pekerjaan sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di luar negeri dengan gaji tertentu.

"Kasus TPPO ini yang diungkap oleh Bareskrim adalah kasus yang terbesar yang pernah diungkap Polri karena korbannya lebih dari 1.000 orang."

Demikian Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat konferensi pers di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/4/2019).

Dalam kasus tersebut, polisi sudah menangkap delapan tersangka selama bulan Maret 2019.

Untuk jaringan Maroko, mereka menangkap dua tersangka yang terdiri dari Mutiara binti Muhammad Abas dan Farhan bin Abuyarman.

Keduanya ditangkap di Nusa Tenggara Barat.

Tersangka Mutiara diketahui telah mengirimkan 300 orang selama 2016-2019.

Sementara itu, tersangka Farhan telah mengirim 200 orang selama 2015-2018.

Jaringan kedua adalah Suriah. Untuk jaringan ini, satu tersangka dengan inisial Muhammad Abdul Halim Herlangga alias Erlangga ditangkap di Tangerang.

Halaman
12
Editor: Edi Sukasah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved