Pemecah Ombak Minut

Kejati Sulut Tunggu Salinan Putusan Pengadilan Terkait Kasus Pemecah Ombak Likupang

Kejati Sulut angkat bicara terkait dikabulkannya gugatan Praperadilan, kasus pemecah ombak Likupang yang menyeret nama Bupati Minut Vonnie Panambunan.

Kejati Sulut Tunggu Salinan Putusan Pengadilan Terkait Kasus Pemecah Ombak Likupang
Tribunmanado
Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara 

Kejati Sulut Tunggu Salinan Putusan Pengadilan Terkait Kasus Pemecah Ombak Likupang

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut angkat bicara terkait dikabulkannya gugatan Praperadilan, kasus pemecah ombak Likupang yang menyeret nama Bupati Minut Vonnie Panambunan.

Kajati Sulut M Roskanedi melalui Kasi Penkum Kejati Sulut Yoni E Mallaka SH mengatakan pihaknya masih menunggu salinan putusan lengkap dari pengadilan Negeri Manado.

"Setelah mendapatkan salinan putusan lengkap dari pengadilan, maka Kejaksaan akan mempelajari dan minta petunjuk selanjutnya dari pimpinan," kata Yoni, Selasa (09/04/2019).

Sehari sebelumnya, gugatan praperadilan LSM Independen Nasionalis Anti Korupsi (Inakor) Sulut mengenai kepastian hukum terkait kelanjutan proses penyidikan keterlibatan oknu Bupati Minahasa Utara (Minut) VAP alias Vonnie, dalam kasus pemecah ombak Likupang dengan kerugian negara sebesar Rp 8,8 miliar lebih akhirnya dikabulkan oleh Majelis Hakim Imanuel Barru.

Dalam sidang putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Manado, Senin (08/04/2019) kemarin bahwa penyelidikan kasus pemecah ombak dilanjutkan.

Terpantau wartawan tribunmanado.co.id, kurang lebih 50 menit persidangan praperadilan berlangsung di lantai dua gedung Pengadilan Negeri Manado.

Diketahui, LSM Inakor Sulut selaku pemohon melalui tim Kuasa Hukumnya, masing-masing Advokat Franky Weku, Advokat Victor C Kalele, Advokat Grandly Manoppo, Advokat Dedy L Tulung, Advokat Maulud Buchari, Advokat Mansyur B Kantoli dan Advokat Robert L Weku, telah membacakan materi permohonan praper atas sikap Kejaksaan Tinggi Sulut (termohon I) dan Kejaksaan Negeri Airmadidi (termohon II) dalam penanganan perkembangan kasus tersebut.

Di hadapan Hakim Praper Imanuel Barru, tim Kuasa Hukum LSM Inakor Sulut juga menguraikan bahwa penanganan perkembangan kasus korupsi pemecah ombak Minut terkesan mandek, pasca sidang berkas perkara dr Rosa Marina Tidajoh, Steven Hendrik Solang, Robby Maukar serta Junjungan Tambunan dituntaskan Pengadilan Negeri Manado dan Pengadilan Tinggi Manado.

Berdasarkan tuntutan tersebut, mejelis hakim membacakan surat keterangan bahwa proses penyidikan kasus pemecah ombak dilanjutkan.

Sementara itu Rolly Wenas selaku Ketua LSM Inakor Sulut, mengatakan terima kasih buat majelis hakim yang sudah mengabulkan permohonan kami untuk melanjutkan penyelidikan kasus pemecah ombak ini.

"Kami atas nama masyarakat Sulawesi Utara sangat mengapresiasi kinerja Pengadilan Negeri Manado dan semoga selalu diberkati dan terus bersama-sama bersemangat bersama LSM dalam memberantas korupsi," ungkapnya.

(Tribunmanado.co.id/Jufry Mantak/Christian Wayongkere)

BERITA POPULER:

Baca: Viral Video Pelajar SMA Goyang di Atas Mobil, Diduga Terjadi di Manado dan Baru Usai Ujian Nasional

Baca: VIRAL Kisah Pernikahan Singkat Dua Sejoli, Pengantin Wanita Berpulang Setelah 24 Jam menikah

Baca: Diperkosa Secara Bergilir Gadis Ini Kehilangan Motor Juga, Awalnya Hanya Kenal Lewat Facebook

TONTON JUGA:

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved