Asap Kawah Karangetang Setinggi 200 Meter Terlihat Hari Ini

Asap kawah setinggi 200 meter nampak dari puncak kawah gunung Karangetang, Selasa (8/4).

Asap Kawah Karangetang Setinggi 200 Meter Terlihat Hari Ini
tribun manado/alpen martinus
Asap Kawah Karangetang Setinggi 200 Meter Terlihat Hari Ini 

Asap Kawah Karangetang Setinggi 200 Meter Terlihat Hari Ini

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO- Asap kawah setinggi 200 meter nampak dari puncak kawah gunung Karangetang, Selasa (8/4).

Didi Wahyudi petugas pos PGA Karangetang mengatakan asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 200 meter di atas puncak kawah.

"Asap kawah dua putih sedang, tinggi sekitar 100 meter," jelasnya.

Baca: Wagub Beber Menkes Masalah Kesehatan Sulut

Baca: Video: Secara Dramatis, Suami Evakuasi Istri yang Hamil 8 Bulan dari Banjir, Demi si Buah Hati

Untuk kegempaan tercatat hybrid sebanyak enam kali dengan amplitudo 6-18 mm, S-P : 0 detik, durasi 15-16 detik, vulkanik dangkal sekali terjadi dengan amplitudo 3 mm, durasi 5 detik, terasa sekali terjadi, amplitudo 52 mm, S-P : 18 detik, durasi  255 detik, Skala : II MMI), tektonik jauh enam kali terjadi, amplitudo 3-52 mm, S-P : 18 detik, durasi 50-255 detik, dan microtremor juga terekam dengan amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm).

"Status gunung masih pada level III atau siaga," jelas dia.

Baca: Hati-Hati, Jangan Sepelekan Gigi Berlubang Jika Tak Mau Hal Mengerikan Ini Terjadi

Sedangkan rekomendasi PVMBG Bandung pun belum berubah, warga masih tetap yaitu dilarang mendekati,  melakukan pendakian atau beraktivitas di dalam zona bahaya yaitu radius 2.5 km dari puncak kawah dua (Kawah Utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat-Baratlaut sejauh 3 km dan ke arah Baratlaut-Utara sejauh 4 km.

Warga yang berada di area Baratlaut-Utara dari Kawah Dua, di antaranya Kampung Niambangeng, Beba dan Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran gunung Karangetang yaitu di luar zona bahaya.

Masyarakat tetap dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai. (amg)

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved