Jokowi Dapat Jaket dari Bocah saat Kampanye di NTT

Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo berkampanye di Lapangan Sitarda, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (8/4). Saat berkampanye Joko Widodo.

Jokowi Dapat Jaket dari Bocah saat Kampanye di NTT
tribunnews
Presiden Jokowi menyalami seorang bocah yang menghadiahkan dirinya jaket sporty berwarna merah putih usai melakukan kampanye (orasi) politik di hadapan ribuan pendukung di Lapangan Sitarda Kota Kupang, NTT pada Senin (8/4/2019) siang. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KUPANG - Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo berkampanye di Lapangan Sitarda, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (8/4). Saat berkampanye Joko Widodo mendapatkan sebuah jaket merah putih dari seorang bocah.

Setelah berorasi di hadapan massa pendukungnya selama 15 menit, Joko Widodo mendapat sebuah jaket dari seorang bocah yang berada di barisan depan panggung utama. Setelah menyelesaikan pidatonya, Jokowi melemparkan topi bertuliskan angka 01 ke arah pendukungnya. Bocah yang berada di atas bahu ayahnya itu berteriak memanggil nama Jokowi dari kerumunan.

Setelah bocah itu beberapa kali berteriak, Jokowi kemudian mendengar lalu berjalan menghampiri dia. Sambil membungkuk, Joko Widodo menyalami bocah tersebut. Di luar dugaan, bocah itu memberikan sebuah jaket berwarna merah putih kepada Jokowi.

Jokowi mengambil jaket tersebut dan mengajak bocah itu berbicara sejenak. Dia lalu menyalami bocah yang terlihat begitu gembira tersebut.

Dalam orasi politiknya, Presiden Joko Widodo mengungkapkan rasa cintanya kepada Provinsi Nusa Tenggara Timur karena telah beberapa kali mengunjungi provinsi tersebut. Jokowi mengaku telah delapan kali mengunjungi Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Tempat lain hanya satu atau dua kali, tetapi di NTT sampai delapan kali," ujarnya disambut sorak dan tepuk tangan massa yang memenuhi Lapangan Sitarda.

Joko Widodo menyinggung pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan selama masa pemerintahannya. Jokowi menyebut tujuh bendungan besar yang tersebar di NTT. Tujuh bendungan tersebut yakni Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, Rotiklot di Kabupaten Belu, Napung Gete di Kabupaten Sikka, Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Manikin di Kabupaten Kupang, Lambo di Kabupaten Nagekeo dan Kolhua di Kota Kupang.

Menurut Jokowi pembangunan bendungan diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan ketersediaan dan kebutuhan air. Jokowi mengatakan air adalah kunci pertumbuhan ekonomi di NTT sehingga perlu membangun banyak bendungan.

"Air dapat digunakan untuk bercocok tanam, baik itu tanaman pertanian maupun perkebunan," kata Jokowi.

Joko Widodo menargetkan minimal mendapat 80 persen suara di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pada pemilihan presiden 2014, Jokowi, yang berpasangan dengan Jusuf Kalla, mendapat 66 persen suara di NTT.

"Tapi tahun 2019 ini, saya yakin dengan semangat siang hari ini. Insyaallah minimal di NTT 80 persen. Ini minimal," ucap Jokowi.

"Tapi kalau 85 persen boleh, 90 persen boleh, bahkan 95 persen pun boleh, tapi minimal 80 persen ya dan semua saya minta acungkan jarinya," tambah Jokowi lagi.

Jokowi berjanji akan kembali ke NTT secepatnya jika mampu meraup 80 persen suara di sana. Menurut Jokowi dia akan menghubungi ketua Tim Kampanye Daerah untuk menanyakan perolehan suara di NTT.

"Begitu dapat lebih dari 80 persen, maka saya akan datang lagi ke NTT secepatnya," kata Jokowi. (Tribun Network/Pos Kupang/yan/kps)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved