Pendidikan

Hamil di Luar Nikah, Puluhan Pelajar di Daerah Ini Ajukan Dispensi Pernikahan

Dispensasi pernikahan diberikan untuk melunakkan rintangan yang melarang atau membatalkan sebuah pernikahan dalam sebuah kasus khusus.

Hamil di Luar Nikah, Puluhan Pelajar di Daerah Ini Ajukan Dispensi Pernikahan
tribun jabar
Ilustrasi menikah 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dispensasi pernikahan diberikan untuk melunakkan rintangan yang melarang atau membatalkan sebuah pernikahan dalam sebuah kasus khusus.

Dispensasi pernikahan bisa mendukung peninjauan ulang pernikahan yang terjadi atau menegaskan lagi suatu pernikahan yang telah disetujui.

Dispensasi pernikahan dimungkinkan berdasarkan Pasal 7 ayat 2 UU perkawinan.

Aturan itu pun diperjelas melalui Pasal 13 Peraturan Menteri Agama No.3/1975.

Kebijakan itu memerintahkan calon suami yang belum mencapai usia 19 tahun dan calon istri yang belum mencapai 16 tahun harus mendapat dispensasi dari pengadilan agama.

Adanya aturan tersebut rupanya membuat puluhan pelajar di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, mengajukan dispensasi menikah.

Faktor utama yang menjadi penyebabnya ialah karena mengalami kehamilan di luar nikah.

Humas Pengadilan Agama Kabupaten Gunung Kidul Barwanto mengatakan, pada tahun 2018 ada 79 pasangan yang mengajukan dispensasi menikah dini ke pengadilan agama, tetapi yang diberikan surat dispensasi 77 pasangan.

Tahun 2019, sudah ada 10 pasangan yang mengajukan dispensasi untuk menikah karena usianya belum cukup.

Kasus yang paling banyak ditangani biasanya mereka yang melakukan pernikahan dini karena putus sekolah di tingkat sekolah menengah pertama (SMP).

Kemudian, kerja di luar daerah yang jauh dari keluarganya.

Halaman
123
Editor: Rizali Posumah
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved