Kriminal

Gadis Ini Diberi Narkoba Lalu Diperkosa, Karena Kecanduan Korban Sempat Jadi Begini

Seorang gadis di Payakumbuh, Sumatera Barat, DJ (17) menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh teman prianya,

Gadis Ini Diberi Narkoba Lalu Diperkosa, Karena Kecanduan Korban Sempat Jadi Begini
istimewa
Ilustrasi pemerkosaan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang gadis di Payakumbuh, Sumatera Barat, DJ (17) menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh teman prianya, AD (17) di sebuah rumah kosong yang terletak di kawasan Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar.

Peristiwa pemerkosaan tersebut terungkap ketika korban yang tengah berada di kediamannya kemudian kejang-kejang dan tak sadarkan diri layaknya seorang yang sedang kerasukan.

Keterangan terkait kasus pemerkosaan yang melibatkan anak di bawah umur tersebut diungkapkan oleh Kapolsek Tanah Datar, AKBP Bayuaji Yudha Prajas, Sabtu (6/4/2019).

“Tiba-tiba, sewaktu korban diantar pulang ke rumahnya, korban mengalami kejang dan mengigau seperti orang kerasukan,” sebut AKBP Bayuaji, seperti dikutip TribunWow.com dari Tribun Padang, Minggu (7/4/2019).
Pihak keluarga kemudian segera membawanya ke rumah sakit setempat.

Ketika di rumah sakit, barulah korban menceritakan kejadian yang sebelumnya ia alami.

Ternyata tak hanya menjadi korban pemerkosaan, korban juga dipaksa untuk mengkonsumsi obat-obatan terlarang.

“Korban bercerita ke keluarga bahwa dia diberi dan disuruh mengkonsumsi narkoba dan dilakukan pencabulan terhadap dirinya,” tambah AKBP Bayuaji.

Mendengar penuturan korban, pihak keluarga yang merasa tak terima kemudian segera menghampiri AD di kediamannya dan menyeretnya ke kantor Polres Tanah Datar.

Sementara itu, korban masih berada dalam perawatan medis.

Baca: Tanpa Sensor, 5 Film Layar Lebar Ini Tampilkan Adegan Hubungan Intim Sungguhan, Ini Pemerannya!

Baca: Update Terbaru Kasus Mutilasi Guru Honorer, dari Pencarian Kepala hingga Identitas Pelaku

Baca: KABAR TERBARU NET INVEST, Kejari Kembalikan Uang Rp 5,6 Miliar, Kajari: Cek Saja ke BRI

“Sedangkan korban saat ini masih dilakukan opname di rumah sakit karena kejang-kejang dan mengigau,” ujar AKBP Bayuaji.

Halaman
123
Editor: Yulius Moningka
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved