Breaking News:

Google

Buah Tangan Stephen King, 'Pet Sematary' yang Populer di Pencarian Google Terinspirasi Kisah Nyata

Melansir dari Grid.id Film Pet Sematary tengah menjadi pembicaraan hangat dalam beberapa hari terakhir ini.

Editor: Rizali Posumah
Scott Eisen/Getty Images for Warner Bros.
Stephen King penulis buku Pet Sematary 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Melansir dari Grid.id Film Pet Sematary tengah menjadi pembicaraan hangat dalam beberapa hari terakhir ini.

Kata Pet Sematary masuk dalam jajaran pencarian google paling populer pada pekan ini.

Pet Sematary disebut-sebut sebagai film yang paling menakutkan.

Film ini bercerita tentang keluarga Creed yang pindah rumah ke lokasi di dekat kuburan yang menyeramkan.

Pemakaman itu konon kabarnya mampu memberikan kehidupan setelah mati.

Namun Dr. Creed mencoba bersikap rasional dan acuh.

Hingga akhirnya, berbagai kejadian mengerikan mulai terjadi di sekitar keluarga Dr. Creed.

Mulai dari hewan peliharaan mereka yang tewas menggenaskan sampai kutukan mematikan lainnya.

Kisah Nyata

Cerita mengerikan ini ternyata terinspirasi dari insiden nyata di kehidupan Stephen King.

Mengutip Express.co.uk, Sabtu (6/4/20179), King pernah pindah ke rumah besar di pinggir jalan pada 1979.

Ketika itu, tetangganya memperingatkan dirinya bahwa ada banyak binatang mati di sekitar rumahnya.

Tetangga itu kemudian dijadikan inspirasi untuk karakter Jud yang diperankan oleh John Lithgow.

King mengatakan novel Pet Sematary sangat personal baginya, karena itu berdasarkan pengalaman pribadinya.

"Ada tanda di pohon tepat di luar kuburan, yang bertuliskan 'PETSEMATARY'," kata King dalam wawancara The Telegraph yang dilansir Express.co.uk pada Jumat (5/4/2019).

Tulisan itu lantas menjadi judul novelnya.

Dalam film, ada hewan peliharaan kucing yang mati.

Di kehidupan nyata, kucing Stephen King bernama Smucky yang mati.

Smucky mati karena tertabrak kendaraan di jalan sekitar rumahnya.

Kucing tersebut kemudian dikubur di Pet Sematary.

“Aku dapat mengingat, kucing itu mati terbunuh di jalan. Lalu aku berpikir bagaimana jika seorang anak mati di jalan itu?" ungkapnya.

Apa yang dipikirkan King itu kemudian hampir saja menjadi kenyataan.

Penulis berusia 71 tahun ini lantas bercerita putranya, Owen pernah hampir mengalami kecelakaan mengerikan di jalan yang sama.

"Kami memiliki pengalaman ini dengan putra saya. "Owen berlari menuju jalan. Lalu saya menariknya kembali," ceritanya.

Dari kedua kejadian itu, King kemudian mempertajam gagasannya hingga menjadi sebuah novel horor Pet Sematary.

Sudah Tayang

Film Pet Sematary telah ditayangkan di Indonesia pada 4 April 2019.

Film ini mendapatkan ulasan positif dari berbagai kritikus media.

"Film ini akan membuat kamu melompat dari tempat dudukmu," kata Rollingstone.

"Kisah yang penuh kejutan," imbuh media The Guardian.

Tentang Stephen King

Dilansir dari wikipedia.org Stephen Edwin King adalah seorang penulis kontemporer Amerika Serikat. Novel-novelnya yang umumnya bergenre horor, fiksi ilmiah, dan fantasi telah terjual lebih dari 350 juta eksemplar di seluruh dunia.

Sebagian di antara novelnya telah diadaptasi menjadi film layar lebar, film televisi, dan buku komik.

King telah menerbitkan lima puluh novel, tujuh di antaranya diterbitkan dengan nama pena Richard Bachman, serta lima buku nonfiksi.

Ia juga telah menulis hampir dua ratus cerita pendek, sebagian besarnya diterbitkan dalam sembilan kumpulan fiksi pendek.

Kebanyakan novel-novel King berlatar tempat di kampung halamannya di Maine.

King telah menerima sejumlah penghargaan, termasuk Bram Stoker Award, World Fantasy Award, dan British Fantasy Society Award.

Novelanya yang berjudul The Way Station meraih nominasi Nebula Award, dan cerita pendek "The Man in the Black Suit" menerima O.

Henry Award. Pada tahun 2003, National Book Foundation menganugerahinya Medal for Distinguished Contribution to American Letters.

King juga telah menerima sejumlah penghargaan atas sumbangsihnya terhadap dunia kesusastraan selama hidupnya, misalnya World Fantasy Award for Life Achievement (2004), Canadian Booksellers Association Lifetime Achievement Award (2007), dan Grand Master Award dari Mystery Writers of America (2007).

Kehidupan Awal

Stephen Edwin King lahir pada tanggal 21 September 1947 di Portland, Maine, putra dari seorang pelaut bernama Donald Edwin King dan istrinya, Nellie Ruth.

Saat King berusia dua tahun, ayahnya meninggalkan dirinya dan keluarganya. Ibunya kemudian membesarkan King dan kakak angkatnya, David, seorang diri, terkadang menghadapi masalah keuangan.

King dan keluarganya pindah ke De Pere, Wisconsin, Fort Wayne, Indiana, dan Stratford, Connecticut. Saat King berusia sebelas tahun, keluarganya kembali ke Durham, Maine.

Di sana, Ruth bekerja sebagai pengasuh di kompleks perumahan setempat untuk menafkahi keluarga. King dibesarkan sebagai seorang Metodis.

Saat masih anak-anak, King menyaksikan salah seorang temannya tewas ditabrak kereta api. Setelah itu, King berubah menjadi seorang anak pendiam.

Beberapa pendapat menyatakan bahwa peristiwa ini secara psikologis mungkin telah mengilhami beberapa karya King, meskipun King tidak menyebut mengenai hal ini dalam memoarnya berjudul On Writing (2000).

King menempuh pendidikan dasar di Durham Elementary School dan lulus dari Lisbon Falls High School di Lisbon Falls, Maine.

Sejak bersekolah, ia telah menunjukkan ketertarikan pada cerita horor dan merupakan seorang pembaca setia komik horor EC, termasuk Tales from the Crypt.

Menulis Sejak Sekolah

King mulai iseng menulis saat masih bersekolah dengan menulis artikel untuk surat kabar Dave's Rag, dan kemudian mulai menjual cerita karangannya kepada teman-temannya.

Cerita karangannya yang pertama kali diterbitkan secara independen adalah "I Was a Teenage Grave Robber", serial yang diterbitkan dalam empat cerita bersambung di Comics Review pada tahun 1965.

Setelah lulus dari universitas, King tidak kunjung mendapat pekerjaan. Ia kemudian mulai menjual cerpen karangannya ke majalah-majalah seperti Cavalier.

Novel Pertama

Pada tahun 1973, novel pertama King, Carrie, diterima oleh penerbit Doubleday.

Uang muka yang diterimanya untuk penerbitan novel ini adalah sebesar $2,500.[18] Setelah penerbitan Carrie, King mulai menulis Second Coming, yang kemudian diterbitkan dengan judul Salem's Lot pada tahun 1975.

Setelah kematian ibunya pada 1974, King dan keluarganya pindah ke Boulder, Colorado, dan di sana ia mulai menulis The Shining (diterbitkan tahun 1977).

Ia kembali ke Maine pada 1975 dan menyelesaikan novel keempatnya, The Stand (diterbitkan tahun 1978).

Pada akhir 1970-an, King menerbitkan sejumlah novel pendek berjudul Rage (1977), The Long Walk (1979), Roadwork (1981) The Running Man (1982), dan Thinner (1984) dengan nama pena Richard Bachman.

Penggunaan nama pena ini dilakukannya untuk menguji apakah ia bisa meniru kesuksesannya dibalik nama orang lain dan untuk menghilangkan anggapan bahwa popularitasnya hanyalah sebuah kecelakaan.

Hingga tahun 2013, King telah menerbitkan lima puluh novel, dua ratus cerita pendek, dan lima karya nonfiksi, yang telah terjual lebih dari 350 juta eksemplar di seluruh dunia.

Kehidupan Pribadi

King menikah dengan Tabitha Spruce, rekannya sesama mahasiswa di Universitas Maine pada tahun 1971.

Mereka dikaruniai tiga orang anak, yakni Naomi King, Joe King, dan Owen King. Dua terakhir juga berprofesi sebagai penulis.

Biodata

Nama lengkap: Stephen Edwin King
Panggilan: Stephen King 
Tempat, tanggal lahir: Portland, 21 September 1947

Nama pena: Richard Bachman, John Swithen
Pekerjaan: Novelis, cerpenis, penulis skenario, kolumnis, aktor, produser, sutradara

Alma mater: Universitas Maine (B.A., English, 1970)

Periode menulis: 1967–sekarang

Aliran sastra: Horor, fantasi, fiksi ilmiah, drama, gotik, fantasi gelap, distopia

Karya terkenal: Carrie, Salem's Lot, The Shining, The Stand, Misery, It, dan The Dark Tower

Istri: Tabitha King (1971-sekarang)

Anak: 
1. Naomi King
2. Joe King
3. Owen King

Situs web: www.stephenking.com

Instagram: @stephenking

Penghargaan:

Medal for Distinguished Contribution to American Letters

Hugo Award

Bram Stoker Award

World Fantasy Award

Buku

Carrie
Salem's Lot
The Shining
Rage
Night Shift
The Stand
World Fantasy Award
The Long Walk
The Dead Zone
Firestarter
Roadwork
Danse Macabre
Cujo
The Running Man
The Dark Tower: The Gunslinger
Creepshow
Different Seasons
Christine
Pet Sematary
Cycle of the Werewolf
The Talisman
Thinner
Skeleton Crew
The Bachman Books
It
The Eyes of the Dragon
The Dark Tower II: The Drawing of the Three
Misery
The Tommyknockers
Nightmares in the Sky
The Dark Half
The Stand: The Complete & Uncut Edition
Four Past Midnight
The Dark Tower III: The Waste Lands
Needful Things
Gerald's Game
Dolores Claiborne
Nightmares & Dreamscapes
Insomnia
Rose Madder
The Green Mile
Desperation
The Regulators
The Dark Tower IV: Wizard and Glass
Bag of Bones
Storm of the Century
The Girl Who Loved Tom Gordon
The New Lieutenant's Rap
Hearts in Atlantis
Blood and Smoke
Riding the Bullet
On Writing
Secret Windows
The Plant
Dreamcatcher
Black House

Baca: Seusai Malam Pertama Suami Merasa Ketakutan dan Ditipu, Lantas Gugat Istrinya Rp 273 Juta

Baca: VIDEO: Deddy Corbuzier Murka Pacarnya Diajak Berhubungan Intim Sama Anak SMA

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul TRIBUNWIKI: Profil Sosok Pria di Balik Seramnya Pet Sematary, Penulis Buku Stephen King.

Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved