Investor Swedia Terpikat Tempe Bikinan Mahasiswa

Super Tempe mencuri perhatian investor. Rata-rata pengunjung menyukai rasa dan tekstur unik tempe.

Investor Swedia Terpikat Tempe Bikinan Mahasiswa
Pinterest
Tempe 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Di Indonesia, tempe barangkali menjadi makanan biasa yang lazim ditemui dan dikonsumsi masyarakat sehari-hari.

Sebaliknya di kawasan Eropa Utara, tempe masih merupakan hal yang asing. Kalaupun dijual di toko bernuansa Asia, harganya cukup menguras kantong.

Berangkat dari tantangan harga dan pasokan itulah, empat mahasiswa Indonesia menawarkan ide bisnis tempe di Swedia.

Cynthia Andriani, Ellen Putri Edita, Izzan Fathurrahman, dan Giovania Kartika asal Universitas Lund itu menggagas bisnis berjuluk “Super Tempe”.

Tujuannya ialah memperkenalkan tempe khas Indonesia, sebab sebagian besar masyarakat di Swedia belum familiar.

Padahal, tempe berpotensi menjadi kudapan alternatif yang sehat.

“Apalagi tempe ini sangat sesuai dengan tren sustainability, climate change,dan vegan lifestyle orang Swedia,” ujar Cynthia yang menempuh studi master di bidang Food Technology and Nutrition.

Tak hanya berbekal ide, mereka menjajal sendiri bagaimana membikin tempe yang pas dengan selera orang Swedia.

Pasalnya, Swedia adalah negara dengan empat musim yang suhunya bisa berada di bawah nol derajat saat musim dingin.

“Sebelum ikut kompetisi ide bisnis, saya sering membuat tempe sendiri di housing,” imbuh Ellen yang menekuni Environmental Studies and Sustainability Science.

Halaman
123
Editor: Edi Sukasah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved