Dikecam, Pemerintah Zimbabwe Impor 64 Wig Seharga Rp 2,1 Miliar

Sejumlah kalangan menyebut, pembelian wig itu selain memboroskan keuangan negara, impor itu juga dianggap mempertahankan tradisi kolonial.

Dikecam, Pemerintah Zimbabwe Impor 64 Wig Seharga Rp 2,1 Miliar
independent
ilustrasi. Hakim menggunakan wig. 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Pemerintah Zimbabwe dihujani kecaman setelah diketahui menghabiskan ribuan dollar AS untuk mengimpor wig dari Inggris untuk para hakim.

Sejumlah kalangan menyebut, pembelian wig itu selain memboroskan keuangan negara, impor itu juga dianggap mempertahankan tradisi kolonial.

Harian The Zimbabwe Independent mengabarkan, Komisi Kehakiman negeri itu memesan 64 wig rambut kuda dari Stanley Ley Legal Outfitters di London.

Seluruh pesanan itu berharga 1.850 poundsterling atau Rp 34 juta untuk satu wig. Sehingga total pesanan pemerintah Zimbabwe bernilai 118.400 poundsterling atau sekitar Rp 2,1 miliar.

Stanley Ginsburg, pemilik Stanley Ley, kepada CNN mengatakan, perusahaannya memang menjual wig hakim untuk pemerintah Zimbabwe.

Namun, jumlah wig yang dijual jumlahnya tak sebanyak seperti yang dikabarkan harian The Zimbabwe Independent.

Meski demikian, para pengacara dan aktivis di Zimbabwe terlanjut marah dengan pembelian wig besar-besaran itu.

Mereka mengatakan, tradisi hakim mengenakan wig mahal menunjukkan adanya salah kelola sumber daya keuangan.

Selain itu, keputusan ini juga menunjukkan kegagalan pemerintah meningkatkan layanan hukum bagi warga biasa Zimbabwe.

"Tradisi wig hakim berlanjut di Zimbabwe dengan semua harga dan kontroversinya tanpa keuntungan nyata untuk keadilan," kata Arnold Tsunga, direktur Komisi Internasional Juri di Afrika.

Halaman
12
Editor: Edi Sukasah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved