Kriminal

Cinta Seorang Mahasiswa dengan Janda Muda Berujung Maut, Ini Kronologinya

Polres Tasikmalaya Kota terus melakukan penyidikan kasus pembunuhan Oon Saonah alias Icha (33), yang ditemukan tewas di kamar 106 hotel Daya Grand,

Cinta Seorang Mahasiswa dengan Janda Muda Berujung Maut, Ini Kronologinya
Tribun Jabar
Ilustrasi Pembunuhan Janda Muda 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Polres Tasikmalaya Kota terus melakukan penyidikan kasus pembunuhan Oon Saonah alias Icha (33), yang ditemukan tewas di kamar 106 hotel Daya Grand, Jalan Brigjen Soetoko, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Rabu (6/3/2019) lalu.

Warga kampung Babakan Bandung, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi ini ditemukan petugas hotel sudah tak bernyawa pada sekitar pukul 17.00 waktu setempat setelah dibunuh teman kencannya RFH (22) yang berstatus masih mahasiswa.

Kepolisian pada Jumat (5/4/2019) melakukan rekonstruksi untuk mendapat identifikasi terkait kejadian tersebut.

Tersangka RFH dihadirkan dalam rekonstruksi sambil mengenakan penutup wajah.

Dalam rekonstruksi sebanyak 33 adegan itu digambarkan secara detail bagaimana detik-detik tewasnya janda anak dua itu ditangan RFH.

Kuasa hukum tersangka Mochamad Ismail yang mendampingi selama proses rekonstruksi mengatakan tersangka kooperatif selama proses berjalan.

Baca: Inilah 4 Fakta yang Mengungkap Tewasnya Guru Honorer Tanpa Kepala Didalam Koper

Baca: (Video) 20 Tahun Terpisah, Akhirnya Seorang Anak dan Ayahnya Bertemu lewat Ojek Online 

Baca: (VIDEO) Motif Mayat Tanpa Kepala dalam Koper Mulai Terlihat, Polisi Telah Amankan Teman Korban

Menurutnya, sikap koperatif dari tersangka itu bisa membuat hukuman kemungkinan bisa lebih ringan.

Ia menjelaskan, pihak keluarga tersangka juga telah berkomunikasi dengan keluarga korban secara langsung.

Meski keluarga korban masih belum menerima kejadian itu, dikatakan Moch Ismail secara langsung orangtua korban sudah memaafkan tersangka.

"Kami masih mengupayakan dengan keluarga korban agar bisa meringankan hukuman tersangka. Kami intensif komunikasi. Keluarga korban mulai terbuka dan menerima kalau ini musibah, sudah sama-sama menerima," tuturnya saat ditemui seusai rekonstruksi.

Jaksa Penuntut Umum Ahmad Sidiq yang juga hadir di proses rekonstruksi mengatakan, adanya maaf dari keluarga korban memang bisa meringkankan tuntutan bagi tersangka.

Namun, ia mengaku belum tahu jika keluarga korban sudah memaafkan.

"Itu kan sifatnya meringankan saja. Kalau pasal tuntutan tetap," ujar dia.

Karena perbuatannya tersangka akan dikenakan Pasal 338 atau Pasal 365 Ayat 3 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun.

Tautan: http://jabar.tribunnews.com/2019/04/06/kasus-pembunuhan-ica-janda-muda-oleh-mahasiswa-orangtua-korban-sudah-memaafkan

Editor: Yulius Moningka
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved