Sekda Bolmong Tahlis Gallang Buka Sosialisasi Aplikasi TEPRA

Sekretaris Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Tahlis Gallang membuka dengan resmi Pelaksanaan Sosialisasi MONEV TEPRA

Sekda Bolmong Tahlis Gallang Buka Sosialisasi Aplikasi TEPRA
Istimewa
Sekda Tahlis Buka Sosialisasi Aplikasi TEPRA 

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK- Sekretaris Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Tahlis Gallang membuka dengan resmi Pelaksanaan Sosialisasi Aplikasi Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (MONEV TEPRA) Kabupaten Bolaang Mongondow Tahun Anggaran 2019 yang dilaksanakan oleh Bagian Administrasi Pembangunan dan Perekonomian Setda Kabupaten Bolaang Mongondow, Jumat (05/04/2019) di ruang rapat lantai dua kantor bupati.

Kasubag Sarana dan Prasarana Bagian Administrasi Pembangunan dan Perekonomian, Fadly Mokodongan dalam laporannya mengatakan dasar pelaksanaan Sosialisasi MONEV TEPRA adalah Keputusan Presiden Nomor 20 Tahun 2015 tentang Tim Evaluasi dan Pengawasan APBN dan APBD.

Fadly mengatakan tujuan pelaksanaan Sosialisasi MONEV TEPRA adalah untuk memberikan pemahaman mengenai kebijakan tentang pelaporan penyerapan realisasi anggaran setiap perangkat daerah melalui Aplikasi MONEV TEPRA, serta meningkatkan keterampilan dalam penggunaan Aplikasi MONEV TEPRA bagi para Admin PA/KPA Perangkat Daerah.

Ia menambahkan peserta sosialisasi terdiri dari Pengguna Anggaran (PA)/ Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) serta para Admin PA/KPA setiap perangkat daerah di lingkup Pemkab Bolaang Mongondow.

Sekda Tahlis Gallang dalam sambutannya menyampaikan TEPRA bukanlah hal baru bagi Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow dimana TEPRA ini telah menjadi bagian dari kinerja Pemerintah Daerah.

"TEPRA berfungsi untuk mengontrol kemajuan pekerjaan kita di tingkat lapangan di tahun yang berkenaan," ungkapnya.

Tahlis menambahkan banyak daerah yang anggarannya begitu besar tetapi tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat pendapatan masyarakat serta tingkat penurunan penduduk miskin tidak begitu signifikan, hal ini diakibatkan pada saat evaluasi, ternyata pelaksanaan di lapangan banyak menemui kendala sehingga asas manfaat tidak tercapai.

Sebagai contoh, banyak pekerjaan di lapangan yang seharusnya selesai tahun ini masih tertunda pekerjaannya dan selesai nanti di tahun depan, dimana asas manfaatnya tertunda, maka tingkat kesejahteraan masyarakat juga tertunda.

Banyak daerah yang APBD-nya besar tetapi dampaknya terhadap tingkat kesejahteraan masyarakatnya ternyata kecil.

Baca: Viral Video Keluarga Prabowo di Langowan Beri Dukungan ke Jokowi, Ini Fakta Sebenarnya

Tahlis menjelaskan, TEPRA hadir dimana tujuannya semata-mata untuk memetakan permasalahan yang dihadapi oleh setiap perangkat daerah pada saat pelaksanaan pekerjaan di tingkat lapangan, sehingga TEPRA ini seringkali dikenal dengan istilah Pejabat Penghubung dimana setiap Perangkat Daerah harus mempunyai Admin Pengguna Anggaran (PA) dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang bertanggungjawab untuk melakukan penginputan setiap item pekerjaan yang ada di setiap perangkat daerah selama 12 bulan.

Banyak perangkat daerah yang menuliskan di laporan bulanan proyeksi atau target realisasi anggarannya sebesar 10 persen, setelah di evaluasi ternyata hanya 2 persen, tetapi dalam laporannya tidak menuliskan kendala apa yang dihadapi, untuk itu keberadaan TEPRA ini sesungguhnya untuk mengurangi kendala serta mengatasi permasalahan yang ada sehingga asas manfaatnya dapat terpenuhi.

Sistem Aplikasi TEPRA ini untuk mendeteksi masalah keterlambatan realisasi pekerjaan di lapangan dan bukan hanya sekedar melaporkan progress pekerjaan, tetapi memprediksi pekerjaan apa yang perlu penambahan waktu dan perlu perhatian khusus.

Lanjut Tahlis, setiap kegiatan kita yang dilaksanakan di bulan berjalan, harus dilaporkan paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya, kalau admin menginput setelah tanggal 10 bulan berjalan, maka secara otomatis sistemnya terkunci dan di bulan selanjutnya terjadi tumpang tindih laporan dan permasalahan sulit diuraikan.

"Aplikasi TEPRA sebenarnya untuk mengejar asas manfaat dari setiap kegiatan di perangkat daerah," tutupnya.

Turut hadir para pejabat Bolmong, Asisten III Ashari Sugeha, Kaban Keuangan Fico Mokodompit, Inspektur Bolmong Rio Lombone, Kabag Pembangunan dan Ekonomi, serta tamu undangan. (kel)

Berita Populer: Pembunuhan Ferolin Djorebe oleh Suaminya di Bitung: Korban Dikira Bunuh Diri Selama 26 Hari

Penulis: Maickel_Karundeng
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved