Profesor Studi Korea Minta Siti Aisyah Waspada

Siti Aisyah memang sudah dibebaskan dari dakwaan pembunuhan terhadap adik tiri Pemimpin Besar Korea Utara Kim Jong Un

Profesor Studi Korea Minta Siti Aisyah Waspada
citra indonesia
Siti Aisyah Saat Dinyatakan Bebas dari Tuntutan JPU 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Siti Aisyah memang sudah dibebaskan dari dakwaan pembunuhan terhadap adik tiri Pemimpin Besar Korea Utara Kim Jong Un, Kim Jong Nam. Tapi, Siti Aisyah bisa jadi masih dalam bayang-bayang bahaya selepas keputusan bebas yang didapatkannya.

Dilansir South China Morning Post, profesor studi Korea dari Tufts University, Amerika Serikat, Sung-Yoon Lee, mengingatkan Siti Aisyah bisa jadi dalam bahaya bila ia tidak berhati-hati atau tak mendapatkan pengawasan khusus dari pemerintah. Menurut Lee bebasnya dua terdakwa pembunuhan, Siti Aisyah dan Doan Thi Huong, akan membuat pemerintahan Korea Utara tak tenang. Bagaimanapun, Siti Aisyah dianggap masih menjadi saksi mata yang bisa menceritakan peristiwa skenario pembunuhan Kim Jong Nam pada 13 Februari 2017.

Sung-Yoon Lee mengatakan apa yang Korea Utara takutkan adalah Siti Aisyah dan Doan Thi Huong akan menceritakan semuanya. Menurut Lee dalam beberapa tahun ke depan Siti Aisyah dan Doan Thi Huong akan diiming-imingi uang untuk menceritakan peristiwa yang membuat mereka terseret kematian Kim Jong Nam.

"Mereka diminta untuk menceritakan peristiwa itu, bagaimana mereka berinteraksi dengan 'orang' Korea Utara. Cerita mereka akan digunakan untuk buku, film dan sebagainya," ujar Lee.

Menurut Lee media tidak akan diam untuk menggali kisah sebenarnya dari insiden pembunuhan Kim Jong Nam. "Mereka akan tergoda dengan iming-iming untuk bicara. Ya, mereka tak akan aman. Mereka harus menghindari keramaian dan hidup mengasingkan diri," kata Lee.

Sebelumnya, Siti Aisyah dan Doan Thi Huong mengaku mendapat tawaran untuk melakukan prank dengan cara menyemprotkan cairan tertentu ke wajah pengunjung Bandara Internasional Kuala Lumpur. Menurut mereka, orang yang menyuruh prank ini meminta mereka mengerjai seorang pria yang ternyata Kim Jong Nam.

Cairan itu ternyata VX, cairan yang sangat beracun. Sekitar 20 menit setelah mereka melakukan prank itu, Kim Jong Nam tewas.

Dalam persidangan, Siti Aisyah dibebaskan dengan dalih tak cukup barang bukti untuk menjeratnya. Sementara Doan dinyatakan bersalah, tapi mendapat vonis hukuman tiga tahun dan empat bulan penjara. Dia akan bebas pada Mei 2019 mendatang.

Hingga kini, pembunuhan Kim Jong Nam masih menjadi misteri yang belum terungkap. Empat orang Korea Utara, yang menyuruh Siti Aisyah dan Doan Thi Huong untuk menyergap Kim Jong Nam, kabur setelah peristiwa itu terjadi. Hingga kini, keberadaan mereka belum diketahui. (Tribun Solo/aji)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved