Sejarah

Ketika Salah Satu Tokoh Penting Permesta yang Paling Dicari Berdamai dengan Pusat

Perdamaian Permesta melalui DJ Somba, membuat ribuan pasukan Permesta yang dipimpinnya menghentikan perlawanan.

Ketika Salah Satu Tokoh Penting Permesta yang Paling Dicari Berdamai dengan Pusat
Tribun Batam
APRI/TNI saat operasi melawan Permesta 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dideklarasikan oleh Letnan Kolonel Ventje Sumual selaku pemimpin sipil dan militer Indonesia bagian timur pada 2 Maret 1957 di Makassar, Permesta atau Perjuangan Rakyat Semesta berperang melawan Militer RI selama kurang lebih 4 tahun. 

Salah satu tokoh penting Permesta adalah Daniel Julius Somba (DJ Somba). Dia adalah Tokoh Permesta pertama yang menyatakan sikap secara nyata berdamai dengan Pemerintah Pusat pada tanggal 4 April 1961. Ia dan pasukannya turun gunung dan ke pangkuang Republik Indonesia melalui Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI: sekarang TNI) di halaman Gereja GMIM Eben Hezer Desa Malenos Kecamatan Amurang.

DJ Somba adalah salah satu Tokoh Permesta yang paling diburu Pemerintah Pusat, dia adalah orang yang membacakan pernyataan sikap Permesta putus hubungan dengan Pemerintah Pusat, pada tanggal 17 Februari 1958 di Lapangan SarioManado. 

Perdamaian Permesta melalui DJ Somba, membuat ribuan pasukan Permesta yang dipimpinnya menghentikan perlawanan.

Permesta saat berdamai dengan Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI: Sekarang TNI).
Permesta saat berdamai dengan Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI: Sekarang TNI). (Istimewa)

Di bawah kepemimpinannya ada salah satu dari dua Brigade terkuat yang dimiliki Permesta, yakni Brigade WK.III. Brigade yang dipimpin Kolonel Wim Tenges ini terkenal disiplin, loyal dan gigih di medan tempur.

Dalam buku berjudul Permesta Dalam Romantika, Kemelut, & Mister, Phill M Sulu menjelaskan, Kolonel Wim, secara militer adalah sosok yang cerdas dan ahli strategi.

Kedisiplinan dan kerapihan pasukannya saat bergerak, serta moral prajuritnya menjadi pembeda utama dengan Brigade 999 pimpinan Jan Timbuleng (pasukan Permesta lainnya yang dianggap tangguh).

Meski dikenal ganas di medan tempur, Brigade 999 dinilai tidak menggambarkan satuan militer yang profesional sebagaimana Brigade WK.III.

Selain itu, sosok Wim juga punya prestasi yang baik di bidang militer.

Ia adalah mantan komandan kompie dari Batalyon Worang. Berjuang dan turut aktif sebagai petempur lapangan dari masa perang revolusi di Surabaya, aksi militer I dan ke II, pendaratan di Jeneponto, pendaratan di Manado, dan pendaratan di Tulehu (Ambon) dalam pertempuran melawan pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS).

Setelah pasukan-pasukan Permesta yang berbasis di sekitar Amurang melalui DJ Somba berdamai dengan Pemerintah Pusat RI, selanjutnya yang berada di daerah lain seperti Tomohon dan Tondano juga mengadakan perdamaian.

Tercatat lebih dari 20.000 pasukan Permesta dengan sekitar 8000 pucuk senjata dibawah pimpinan AE. Kawilarang, DJ Somba, Wim Tenges, Abe Mantiri, Lendy Tumbelaka dan kawan-kawan di 4 WK yang ada, kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. (*)  

(tribunmanado.co.id/Rizali Posumah)

Penulis: Rizali Posumah
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved