Gereja Hillsong Australia dan Sejarahnya yang Jadi Berkat Bagi Dunia

Bukan hanya sekedar gereja, namun mereka mampu menjangkau dunia dengan lagu pujian dan penyembahannya

Gereja Hillsong Australia dan Sejarahnya yang Jadi Berkat Bagi Dunia
google
Hill Song 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Siapa yang tak kenal dengan Gereja Hillsong. Bukan hanya sekedar gereja, namun mereka mampu menjangkau dunia dengan lagu pujian dan penyembahannya. Mereka pun membentuk suatu tim dengan nama Hillsong Live, dan untuk anak disebut dengan Hillsong United.

Sampai bulan  Juni 2014  mereka merubah group mereka menjadi hillsong worship.

Banyak juga lagu-lagu karya mereka yang sampai sekarang masih dipakai dalam pelayanan praise & worship digereja lokal.

Hillsong worship terbentuk sejak tahun 1983. Pada saat itu masih beranggotakan Darlene Zschech, Marty Sampson, Broke Fraser, Reuben Morgan dan Joel Houston

Gembala Gereja Hill Song Brian Houston dan Bobbie
Gembala Gereja Hill Song Brian Houston dan Bobbie (google)

Group mereka pertama sekali merilis lagu di tahun 1988 yaitu lagu yang berjudul Spirit and truth.

Sampai sekarang hillsong worship membuat regenerasi hingga berekembang untuk memberikan karya-karya lagu ciptaan mereka.

Hillsong dipakai Tuhan untuk memenangkan jiwa-jiwa generasi muda dunia barat yang terbukti amat sukar untuk ditembusi ‘benteng’-nya, diawali di dalam gereja mereka sendiri di kota Sydney.

Hill Song United
Hill Song United (google)

Mereka amat disegani oleh pemerintah setempat, bahkan diperhatikan secara khusus oleh pemerintah konservatif Australia, karena  sekarang pengaruh mereka sudah menjangkau dunia politik Australia. 

Gembala Gereja Hillsong Ps Brian Houston pernah memberi komentar tentang kesuksesan musik ‘praise and worship’ mereka dengan berkata Semua mereka lakukan untuk melaksanakan pengurapan yang Tuhan berikan.

"Melalui bakat karunia Tuhan ini kami dapat meraih dan mempengaruhi orang-orang lain yang masih belum percaya kepada Kristus. Kebaktian gereja kami menjadi seperti sekarang, oleh karena Roh yang ada di dalamnya. Sedangkan lagu-lagu yang kami nyanyikan di sana melukiskan isi hati gereja kami yang sebenarnya.” jelas Brian (*)

TONTON JUGA:

Penulis: Rhendi Umar
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved