Efek Buruk Melakukan Aborsi Bagi Kesehatan, dan Ancaman Hukum yang Dikenakan

Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorang wanita. Bukan hanya itu wanita pun bisa memiliki rasa bersalah

Efek Buruk Melakukan Aborsi Bagi Kesehatan, dan Ancaman Hukum yang Dikenakan
Newsweek
Ilustrasi Aborsi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorang wanita. Bukan hanya itu wanita pun bisa memiliki rasa bersalah dan trauma. Kejadian seperti itu membuat tekanan tersendiri di pikiran, dan bisa berimbas pada kesehatan.

Beberapa efek buruk aborsi dari sisi kesehatan adalah sebagai berikut:

1. Pendarahan hebat

Dalam proses aborsi medis, dokter dan perawat selalu mengawasi pasien dengan seksama karena rawan terjadi pendarahan yang keluar bersamaan dengan janin yang digugurkan. Pendarahan terjadi karena leher rahim robek dan terbuka lebar. Bila hal ini terjadi, maka seorang wanita bisa kehabisan darah, lemas dan berujung kematian.

2. Infeksi

Infeksi terjadi karena leher rahim akan melebar selama proses aborsi yang diinduksi obat aborsi baik resep dokter maupun yang didapat dari pasar gelap

Ini kemudian menyebabkan bakteri dari luar masuk dengan mudah ke dalam tubuh, memicu timbulnya infeksi parah di rahim, saluran tuba, dan panggul.

Tanda-tanda infeksi setelah aborsi meliputi gejala yang timbul mirip penyakit standar, seperti sakit kepala, nyeri otot, pusing, atau sensasi “tidak enak badan” pada umumnya.

3. Kerusakan leher rahim

Cara aborsi yang tidak benar akan merusak leher rahim, memicu kanker dan pendarahan hebat.  Leher rahim bila sudah rusak tidak dapat diperbaiki dan berakibat sangat fatal. Kerusakan leher rahim berujung pada susah untuk hamil lagi dan berbahaya bagi kehamilan berikutnya.

Halaman
12
Penulis: Rhendi Umar
Editor: Rhendi Umar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved