Kasus Pencabulan

Cabuli Gadis Remaja Hingga Hamil, 5 Kali sejak Akhir Lebaran Tahun Lalu, Ingin Tanggung Jawab Tapi?

Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Satreskrim Polsek Malang menahan Ahmad Wahyu Dian Permadani alias Bocil, Kamis (4/4/2019).

Cabuli Gadis Remaja Hingga Hamil, 5 Kali sejak Akhir Lebaran Tahun Lalu, Ingin Tanggung Jawab Tapi?
SURYA
Tahanan Cabul - Anak di bawah Umur hingga berbadan dua 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Satreskrim Polsek Malang menahan Ahmad Wahyu Dian Permadani alias Bocil, Kamis (4/4/2019).

Bocil ditangkap karena dugaan pencabulan yang dilakukan kepada pacarnya, Melati (nama samaran) yang masih berusia 17 tahun.

Mirisinya, tersangka tega menyetubuhi korban hingga hamil.

Baca: Seorang Ibu Ciduk Adik Kandung Cabuli Anak Gadisnya,Mimpi Buruk, Tina: Rumah Saya Terasa Bergoyang

Dihadapan penyidik, Bocil mengaku melakukan aksi bejatnya di sebuah penginapan di daerah Mergosono, Kota Malang.

"Saya kenal pacar saya dari teman. Sudah pacaran abis lebaran Juni tahun kemarin. Gitu-gituan (persetubuhan) sudah 5 kali di penginapan tapi yang terakhir ini di rumah," terang Bocil sambil tertunduk di UPPA Polres Malang, Kamis (4/4/2019).

Baca: Motif Pembunuhan Mencuat, Isu LGBT Marak Terdengar, Guru Honorer Dikenal Seperti Ini!

Bocil menyadari bahwa perbuatannya menyebabkan pacarnya hamil.

Niat hati mau bertanggungjawab dengan menikahi korban, Bocil takut kepada ibu korban dan akhirnya tak berani untuk mengunjungi rumah korban yang berlokasi di Desa Kradenan, Kecamatan Pakis.

"Ya mau tanggung jawab buat nikahin. Cuman lewat WA aja gak berani ke rumahnya (korban) saya takut sama ibunya. Sudah mau tanggung jawab sebenarnya," imbuh pria berusia 20 tahun itu.

Baca: Cerita Pembunuhan Model Cantik Simpanan Mantan Pejabat, Dibunuh lalu Diledakkan dengan Jenis Bom C4

Sementara, Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana menjelaskan, tersangka kala itu tertangkap di rumahnya setelah mendapat laporan dari keluarga korban, yang tak terima anaknya dihamili tersangka.

Yulistiana menambahkan, tersangka dijerat pasal Pasal 81 uud no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

"Memang antara korban dengan tersangka ini berpacaran. Mereka menjalin asmara sejak pertengahan bulan Juli 2018 lalu. Keduanya pacaran setelah saling jatuh cinta," ungkap Yulistiana.

Baca: Update Kasus Mutilasi Guru Honorer asal Kediri, Motif LGBT hingga Indikasi Pembunuh Berkelompok

Tautan: http://jatim.tribunnews.com/2019/04/04/lima-kali-cabuli-remaja-17-tahun-hingga-hamil-pemuda-ini-mau-tanggung-jawab-tapi-takut-ibu-korban.

Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved