Termakan Informasi Hoaks, Pria di Malang Dibunuh 7 Remaja, Ini Kronologinya

Dari hasil penyelidikan, pelaku yang berjumlah tujuh orang membunuh Suyono akibat informasi yang salah atau hoaks.

Termakan Informasi Hoaks, Pria di Malang Dibunuh 7 Remaja, Ini Kronologinya
surya
Kolase Pelaku dan korban pembunuhan 

Sebab, anggota keluarga seorang tersangka pernah dijebak oleh korban sehingga masuk ke penjara.

“Jadi satu anggota keluarga tersangka ini diduga pernah dilaporkan oleh korban ke polisi terkait kasus narkoba,” ucap Bambang.

4. Tujuh Orang Tersangka Diamankan

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna menyebut, pembunuhan di Jembatan Gadang mengarah ke motif dendam.

Hal itu ia dapati saat melakukan penyelidikan kepada 10 orang saksi, termasuk dua perempuan yang korban bonceng

Saat ini polisi sudah mengamankan tujuh orang terkait peristiwa tersebut.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna, saat dihubungi  membenarkan anggotanya menangkap para pelaku yang berjumlah tujuh orang.

"Ya, anggota kami telah menangkap tujuh orang pelaku yang menyebabkan satu orang meninggal dunia di Gadang," ucapnya.

Informasi yang SURYAMALANG.com himpun ke 7 orang terduga pelaku itu bernama IBS (17) dan AW alias Tyas (21). Mereka warga Jalan Tutut, Kelurahan Arjowinangun, Kota Malang.

Lalu DR (18), warga Dusun Bunder, Kelurahan Ampeldento, Karangploso, Kabupaten Malang.

Tersangka lain, ADY (24) warga Jalan Mayjen Sungkono Gang VI Malang

SW (21) warga Jalan Kyai Parseh Jaya Kota Malang.

KA (16), warga Jalan Teluk Grajakan Barat Kota Malang

BWP (15) warga Jalan S Supriadi Kota Malang.

Barang bukti yang diamankan oleh Polisi berupa motor Honda Beat Nopol N 4039 AAB, sandal yang dipakai pelaku dan handphone.

Dari tujuh tersangka yang sudah ditangkap, dua orang merupakan otak pembunuhan terhadap korban.

“Otak pembunuhan adalah tersangka SW (20), dan I (17),” tambah Bambang Christanto Utomo.

Tujuh tersangka pembunuhan tersebut adalah pengangguran dan anak putus sekolah.

Dari tujuh tersangka yang sudah ditangkap, empat tersangka masih di bawah umur.

“Semua tersangka tidak bekerja."

"Tersangka yang di bawah umur juga sudah putus sekolah,” kata Bambang.

5. Keterangan Kakak Korban

Sementara itu, menurut kesaksian Sriyana, kakak kandung korban, adiknya memang sering pergi ke Kota Malang.

Sriyana hanya mengetahui adiknya itu telah bekerja di Kota Malang karena diajak oleh temannya.

"Adik saya saat di rumah (Gondanglegi) bekerja membuat batu bata.

Tapi sudah sebulan lebih ini tidak bekerja. Saya tahunya sudah kerja di Kota Malang," ucap Sriyana di kamar mayat RSSA Malang.

Kini Sriyana hanya bisa menangisi kepergian adiknya.

Korban merupakan duda dan meninggalkan seorang anak berusia lima tahun.

"Dulu adik saya sudah menikah, tapi cerai."

"Kadang anaknya juga diasuh oleh ibu saya," tandasnya

SIMAK BERITA TERPOPULER TRIBUN MANADO:

Baca: Begini Pesan Keluarga Asli Prabowo yang Ada di Tompaso

Baca: VIDEO Fakta Sidang Hubungan Intim Ayah & Anak karena Dikira Istrinya, Hakim Sebut Aneh

Baca: 7 Fakta Pembunuhan Dewi Gedoan di Manado: Jalin Cinta Terlarang hingga Tikam Leher Berkali-kali

TONTON JUGA:

Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved