Pemkot Medan: Kami Bukan Mempersulit Izin Mendarat Heli Prabowo

M Husni membenarkan bahwa pihaknya tidak mengeluarkan izin mendarat helikopter yang ditumpangi Prabowo Subianto

Pemkot Medan: Kami Bukan Mempersulit Izin Mendarat Heli Prabowo
tribunnews.com
Ilustrasi: Prabowo saat tiba dengan helikopter di Malang beberapa waktu lalu 

TRIBUNMANADO.CO.ID - MEDAN - Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Pemerintah Kota (Pemkot) Medan M Husni membenarkan bahwa pihaknya tidak mengeluarkan izin mendarat helikopter yang ditumpangi calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, khususnya di Lapangan Merdeka dan Stadion Teladan.

Husni membantah pihaknya mempersulit izin mendarat helikopter yang ditumpangi Prabowo. Husni mengatakan, izin tidak diberikan karena Lapangan Merdeka saat ini sedang dalam perbaikan, sementara Stadion Teladan dipakai untuk kegiatan olahraga.

Pemerintah Kota Medan, kata Husni, kemudian menawarkan Lapangan Taman Cadika di Jalan Karya Wisata dan Lapangan Sejati di Jalan AH Nasution. Keduanya sama-sama berada di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan.

"Tidak ada izin yang dipersulit, dua hari lalu sudah diberikan. Saya sampaikan ke Ihwan Ritonga, Wakil Ketua DPRD Medan Fraksi Gerindra," ucap Husni saat dikonfirmasi, Kamis (4/4).

Menurut Husni, Lapangan Candika sudah biasa digunakan sebagai landasan helikopter. Bupati Simalungun JR Saragih sering memakainya. Ketua Badan Pemenangan Daerah Prabowo-Sandi Provinsi Sumatera Utara, Gus Irawan Pasaribu membantah pernyataan Husni. Gus mengatakan, sampai malam detik terakhir, mereka masih mengusahakan izin dikeluarkan.

"Kepala dinas itu lari-lari, kok. Hari terakhir kita masih minta izin, saya bantah itu!" ujar Gus.

Diberitakan sebelumnya, Prabowo tak jadi datang ke Medan, Sumatera Utara untuk menghadiri Isra Miraj di halaman Istana Maimun, Medan, pada Rabu (3/4). Padahal, dari undangan yang tersebar, acara akan dimulai pukul 08.00 WIB itu. Lepas Subuh, kawasan itu sudah ramai dipadati warga.

Informasi yang beredar, helikopter Prabowo tidak diizinkan mendarat di Medan. Meski tanpa Prabowo, Isra Miraj berjalan aman dan tertib tanpa ada atribut partai yang dikenakan massa yang hadir.

Walau aksi mengacungkan salam dua jari seperti yang sering dilakukan pendukung capres dan cawapres 02 Prabowo-Sandi, terlihat saat tausiah dari Ustaz Zulkarnaen, Haikal, dan Sambo berlangsung. Panitia berulang kali mengingatkan agar tidak menggunakan dan menunjukkan simbol dua jari tersebut. (*)

Editor: Charles Komaling
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved